Notification

×

Iklan

Sabu dan Ganja Senilai Ratusan Kilogram Disita di Pasaman Barat

Selasa, 30 Desember 2025 | 17:17 WIB Last Updated 2025-12-30T10:17:00Z

Kepala BNNK Pasaman Barat Rangga Noverio saat menyampaikan kinerja selama 2025 

Simpang Empat, Rakyatterkini.com– Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat, Sumatera Barat, berhasil menangkap 20 orang pengedar narkotika selama tahun 2025.

“Kegiatan penangkapan ini dilakukan bersama tim gabungan BNN Provinsi Sumatera Barat melalui delapan operasi sepanjang tahun,” ujar Kepala BNNK Pasaman Barat, Rangga Noverio, saat memaparkan capaian kinerja 2025 di Simpang Empat, Selasa.

Dari total tersangka, empat orang merupakan pengedar sabu, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan, dengan barang bukti mencapai 1,9 kilogram atau tepatnya 1.900,76 gram. Sedangkan tersangka pengedar ganja berjumlah 16 orang, 15 laki-laki dan satu perempuan, dengan total barang bukti 335.025,24 gram.

Selain penindakan, BNNK Pasaman Barat, yang membawahi wilayah Kabupaten Agam, Pasaman Barat, dan Pasaman, juga aktif dalam kegiatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi.

Dalam upaya pencegahan, BNNK melaksanakan edukasi keluarga anti narkoba melalui workshop yang diikuti 20 keluarga, masing-masing terdiri dari seorang anak remaja dan orang tua. Program remaja teman sebaya juga digelar, dengan pembekalan guru pendamping dari lima sekolah serta pelatihan fasilitator bagi 20 siswa dari SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4 Pasaman, MTSN 4 Pasaman Barat, dan MTSN Sabulus Salam, yang dilaksanakan tiga kali selama tahun ini.

Kegiatan Desa/Nagari Bersinar (Bersih dari Narkoba) juga diadakan di Nagari Lingkuang Aua Timur, Kecamatan Pasaman, yang sebelumnya masuk kategori “waspada” dalam indeks kawasan rawan narkoba.

Untuk pemberdayaan masyarakat, BNNK menggelar bimbingan teknis pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), melatih penggiat masyarakat, pihak swasta, dan lembaga agar mampu menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan narkotika.

Rehabilitasi juga menjadi fokus, dengan 26 orang menerima layanan rehabilitasi rawat jalan. Selain itu, BNNK melakukan tes urine di enam lokasi, termasuk perusahaan kelapa sawit dan lembaga pemasyarakatan. Sepanjang tahun, BNNK menjalin kerja sama dengan sembilan lembaga untuk memperkuat program pencegahan dan pemberantasan narkotika.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update