Solok, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyatakan dukungannya terhadap program pembangunan tiga juta rumah yang digagas pemerintah pusat.
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Pemkab Solok, Deni Prihatni, mengatakan pada Selasa (30/12/2025) bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung kebijakan nasional, baik dalam pengendalian inflasi maupun pelaksanaan program perumahan.
“Pemkab Solok akan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas inflasi, memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, serta mendukung percepatan penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau melalui program tiga juta rumah,” ujar Prihatni.
Selain itu, Prihatni menegaskan komitmen Pemkab Solok dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, menjaga keterjangkauan dan ketersediaan bahan pokok, serta mendukung penuh pelaksanaan program perumahan nasional demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Tentunya, penyediaan hunian berkualitas harus menjadi bagian dari kebijakan ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemkab Solok mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Senin (29/12/2025) di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok. Rakor tersebut juga mengevaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap program tiga juta rumah. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini rutin digelar secara virtual untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah.
Pemerintah pusat menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi, melalui langkah konkret seperti menjaga ketersediaan bahan pokok, stabilisasi harga, dan penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Evaluasi juga dilakukan terhadap dukungan pemerintah daerah dalam memastikan pelaksanaan program perumahan berjalan efektif.
Menurut data Indeks Perkembangan Harga (IPH), Kabupaten Solok pada minggu ke-4 Desember 2025 mencatat angka 3,25. Kenaikan IPH ini dipicu oleh beberapa komoditas, antara lain cabai merah (1,6514), bawang merah (0,9988), dan beras (0,3253). Meski meningkat, angka ini masih berada dalam kisaran aman, yakni ±1 pada angka 2,5, menandakan pengendalian inflasi di Solok masih terkendali.
Sebagai perbandingan, IPH Provinsi Sumatera Barat tercatat 4,13, dengan kota tertinggi di Pariaman sebesar 7,46. Hal ini menempatkan Kabupaten Solok sebagai salah satu daerah dengan stabilitas harga yang relatif baik di Sumatera Barat.(da*)


