Notification

×

Iklan

Rakor Bencana Sumbar, Tanah Datar Butuh 552 Huntara dan Alat Berat

Senin, 15 Desember 2025 | 23:12 WIB Last Updated 2025-12-15T16:12:00Z

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengikuti Rapat Koordinasi 

Tanah Datar, Rakyatterkini.com – Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan penanggulangan bencana di Sumatera Barat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Vasko Ruseimy melalui Zoom, bertempat di Posko Utama Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Senin (15/12/2025).

Dalam rakor tersebut, Bupati Eka Putra menyampaikan kondisi terkini, di mana sekitar 2.976 jiwa masih berada di pengungsian yang dilengkapi 17 unit dapur umum dan 15 posko kesehatan.

“Yang menjadi prioritas saat ini adalah pendampingan psikiater untuk mengatasi trauma pengungsi, pemulihan lahan pertanian sebagai sumber penghidupan masyarakat, serta penyediaan 17 unit alat berat, air mineral, obat-obatan, family kit, mesin senso besar, dan BBM untuk operasional alat berat,” ujar Eka Putra.

Bupati Eka Putra juga melaporkan kerusakan fasilitas, meliputi 9 sekolah dan 20 jembatan yang putus. Ia menambahkan, tingginya curah hujan dan rusaknya akses jalan menyebabkan distribusi bantuan logistik terkendala, sementara beberapa pengungsi mengalami gangguan kesehatan.

Selain itu, terkait kebutuhan hunian sementara (Huntara), Tanah Datar membutuhkan 552 unit yang sudah diajukan ke Pemerintah Pusat, lengkap dengan lahan dan lokasi pembangunan. Fasilitas yang dibutuhkan antara lain kompor, tabung gas, kasur, selimut, serta pakaian untuk pengungsi.

Bupati menegaskan berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pembersihan dan perbaikan akses jalan, normalisasi sungai, serta pemantauan hulu sungai secara rutin. “Kami sangat berharap dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Provinsi melalui dinas terkait agar percepatan penanganan bencana dapat terlaksana lebih optimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk mempercepat pemulihan pasca-bencana. 

Ia meminta seluruh dinas terkait agar aktif berkoordinasi lintas sektor agar data kebutuhan di lapangan bisa cepat terkumpul, sehingga reaktivasi ekonomi masyarakat terdampak bisa segera berlangsung.(Farid)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update