Notification

×

Iklan

Pemadaman Listrik Aceh Tamiang Belum Pulih Usai Banjir Bandang

Kamis, 11 Desember 2025 | 17:44 WIB Last Updated 2025-12-11T10:44:00Z

Suasana malam di jalan lintas Kuala Simpang-Langsa gelap gulita 

Aceh, Rakyatterkini.com– Pasokan listrik di sebagian besar wilayah Aceh Tamiang masih belum pulih setelah banjir bandang melanda beberapa waktu lalu. Hingga Rabu (10/12/2025) malam, aliran listrik baru kembali hidup di sejumlah titik di Kecamatan Kuala Simpang, ibu kota Aceh Tamiang.

Pantauan di lapangan menunjukkan, lampu telah menyala di beberapa rumah, ruko, dan perkantoran mulai dari kawasan jembatan Sungai Tamiang hingga melewati Mapolres Aceh Tamiang. Namun, sebagian besar permukiman di sepanjang jalur tersebut masih diselimuti kegelapan.

Di antara jembatan Sungai Tamiang dan Mapolres, berdiri berbagai kantor pemerintahan seperti komplek Pemkab Tamiang, kantor PLN, Kejaksaan, Pengadilan, serta instansi lainnya. Meski berada di area pusat pemerintahan, pemulihan listrik belum merata.

Banyak warga terlihat membakar sisa-sisa kayu dari rumah yang porak-poranda diterjang banjir sebagai sumber penerangan, sambil bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan di tepi jalan.

Tidak jauh dari Mapolres Aceh Tamiang, kondisi gelap gulita masih mendominasi. Hanya beberapa rumah atau warung yang menggunakan lampu darurat dan genset. Kegelapan bahkan membentang hingga perbatasan Aceh Tamiang dengan Kota Langsa. Kota Langsa sendiri juga masih mengalami pemadaman di sebagian besar wilayahnya, termasuk pusat kota.

Dedy, salah seorang warga, mengatakan bahwa kondisi ini sudah terjadi sejak banjir pertama kali menghantam. "Sejak awal memang mati lampu. Malam gelap sekali. Makanya banyak yang bakar kayu, ada juga yang bikin lampu dari botol minuman," ujarnya.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Aceh Tamiang, Zuwan Fakhri, membenarkan bahwa sebagian besar wilayah masih padam. Pemkab, kata dia, sudah meminta PLN untuk mempercepat pemulihan.

"Sudah kita minta PLN menyalakan listrik secepatnya," ujarnya melalui pesan singkat.
"Tapi kendalanya banyak. Infrastruktur mereka rusak parah. Di dekat rumah saya saja masih ada tiang yang tumbang," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menanyakan langsung perkembangan pemulihan listrik kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat meninjau jembatan bailey di Kecamatan Juli, Bireuen, pada Minggu (7/12). Saat itu, Bahlil menyatakan bahwa 93 persen wilayah Aceh akan kembali terang pada malam hari.

Namun, janji tersebut memicu kekecewaan karena tidak sesuai kondisi di lapangan. Pemerintah Aceh mendesak agar pernyataan tersebut diklarifikasi.

"Setelah pernyataan Menteri ESDM bahwa 93 persen wilayah Aceh menyala pada malam minggu, banyak warga yang kecewa karena faktanya tidak demikian. Klarifikasi perlu dilakukan demi menjaga kondusivitas di masyarakat dan menghindari tekanan terhadap petugas PLN di lapangan," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Senin (8/12).

Berdasarkan evaluasi terakhir, suplai listrik di Aceh baru mencapai 60–70 persen untuk jaringan menengah. Di Banda Aceh, aliran listrik baru pulih sekitar 35–40 persen. Wilayah yang terdampak paling parah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur bahkan masih berada di bawah 40 persen. Sementara itu, Kota Lhokseumawe sudah mencapai sekitar 75 persen, dan daerah pesisir barat–selatan berada di kisaran 70–80 persen.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update