Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menanggung seluruh biaya perawatan medis bagi korban banjir bandang yang melanda wilayah itu. Hingga Selasa (9/12) sore, tercatat 75 pasien telah mendapatkan perawatan di RSUD Lubuk Basung.
Direktur RSUD Lubuk Basung, Muhammad Riko Krisman, menegaskan bahwa seluruh layanan bagi korban bencana diberikan secara gratis, mencakup rawat inap, tindakan operasi, obat-obatan, dan pemeriksaan lanjutan. Semua biaya ditanggung oleh Pemkab Agam selama masa tanggap darurat.
“Berdasarkan Surat Keputusan Tanggap Darurat yang diterbitkan pemerintah daerah, seluruh korban berhak memperoleh layanan medis penuh tanpa biaya,” ujarnya di Lubuk Basung, Rabu.
Riko menambahkan, sejak korban pertama tiba, penanganan dilakukan secara menyeluruh dan cepat. Hingga pukul 16.00 WIB pada Selasa (9/12), data pasien tercatat sebagai berikut:
10 pasien masih menjalani perawatan,
3 pasien dirujuk ke rumah sakit lain,
2 pasien meninggal dunia,
61 pasien telah dipulangkan setelah kondisinya membaik,
37 pasien menjalani operasi.
“Situasi ini menuntut ketepatan, kecepatan, dan stamina dari seluruh tim medis. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan maksimal,” jelasnya.
Sebagian besar korban mengalami cedera serius, termasuk robekan kulit, kerusakan jaringan, dan patah tulang. Beberapa lainnya mengalami luka pada wajah dan kepala yang memerlukan tindakan perbaikan lanjutan. Beberapa pasien masih dirawat intensif karena infeksi atau gangguan pernapasan.
RSUD Lubuk Basung menyiagakan ruang operasi, instalasi gawat darurat, dan ruang perawatan 24 jam, meski jumlah pasien meningkat drastis. Tenaga kesehatan bekerja secara bergiliran untuk menjaga kualitas layanan.
Selain menangani korban selamat, rumah sakit juga tengah melakukan identifikasi jenazah. Dari 27 kantong jenazah yang diterima:
13 jenazah telah berhasil diidentifikasi,
14 jenazah masih dalam proses identifikasi,
8 jenazah disimpan di ruang penyimpanan RSUD,
13 jenazah telah dikembalikan ke keluarga,
6 jenazah dialihkan ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Proses identifikasi melibatkan tim gabungan dari DVI Polda Riau, Polda Sumbar, Polres Agam, Dinas Dukcapil Agam, Dinas Kesehatan Agam, serta UPTD RSUD Lubuk Basung. Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan fisik, sidik jari, barang milik korban, struktur gigi, dan tes DNA jika diperlukan.
Pemkab Agam menurunkan seluruh sumber daya kesehatan untuk mempercepat pemulihan korban dan mendukung proses identifikasi jenazah. Riko juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis keluarga korban, yang membutuhkan pendampingan profesional untuk pulih dari trauma pascabencana.(da*)


