Simpang Empat, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperpanjang masa tanggap darurat pasca-bencana longsor dan banjir hingga 22 Desember 2025.
Bupati Pasaman Barat, didampingi Kalaksa BPBD Jhon Edwar dan Kepala Dinas Kominfo Armen, Senin (15/12), menyampaikan bahwa perpanjangan ini diperlukan karena masih ada empat nagari yang membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
Keempat nagari tersebut adalah Maligi di Kecamatan Sasak, Katiagan di Kinali, Sinuruik di Talamau, dan Ranah Batahan.
“Secara umum, bantuan logistik sudah dapat diakses di nagari terdampak, namun beberapa wilayah masih sulit dijangkau, seperti Sinuruik Talamau, Katiagan, dan Maligi. Kondisi cuaca masih ekstrem, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan,” ujar Bupati Yulianto.
Upaya membuka akses selama masa tanggap darurat terus dilakukan, termasuk pembangunan jembatan darurat di Sikabau, Kecamatan Koto Balingka, bekerja sama dengan TNI AD, pembersihan material longsor di jalan menuju Talamau, serta pendistribusian logistik ke wilayah yang sulit dilalui. Logistik untuk daerah terpencil, berlumpur, dan akses terbatas hanya bisa disalurkan menggunakan sepeda motor trabas atau mobil offroad.
Pemda juga tengah mengusulkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi rumah warga yang rusak berat kepada BNPB pusat. Warga terdampak nantinya akan menerima bantuan hunian sementara sebelum memperoleh hunian tetap (Huntap).
Data terakhir menunjukkan sebanyak 29 rumah rusak berat akibat bencana, dengan rincian 18 rumah rusak parah dan 11 rumah hanyut. Hingga Senin (15/12/2025), tercatat 380 warga masih mengungsi. Kecamatan Talamau menjadi daerah paling parah terdampak longsor, dengan 250 kepala keluarga yang sebagian sudah mulai kembali dan menginap di rumah kerabat.
“Distribusi pangan dan logistik tetap kami dukung, terutama untuk wilayah Sinuruik Talamau,” tambah Jhon Edwar.
Korban jiwa di Kabupaten Pasaman Barat tercatat delapan orang. Lima di antaranya telah ditemukan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya tertimbun longsor di Tinggam Talamau. Pencarian dihentikan berdasarkan kesepakatan ahli waris dengan Basarnas dan BPBD setelah 12 hari. Korban luka tercatat lima orang.(junir sikumbang)


