Notification

×

Iklan

Padang Panjang Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 13 Desember

Kamis, 11 Desember 2025 | 16:11 WIB Last Updated 2025-12-11T09:11:00Z

Pemerintah Kota Padang Panjang resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Padang Panjang, Rakyatterkini.com— Pemerintah Kota Padang Panjang resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana selama tiga hari, hingga 13 Desember 2025.

Pengumuman ini disampaikan Wali Kota Hendri Arnis melalui Zoom Meeting saat memimpin Rapat Evaluasi Tanggap Darurat Hidrometeorologi di Posko Utama Markas Koramil 01/PP, Rabu (10/12/2025).

Keputusan perpanjangan diambil setelah melalui pembahasan bersama Wakil Wali Kota Allex Saputra, Kapolres AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, Kepala Kejaksaan Negeri Adhi Setyo Prabowo, Ketua Pengadilan Negeri Petra Jeanny Siahaan, Komandan Secata B Rindam I/BB Letkol Inf Fahroel M., Danyon Brimob Kompol Jendrival, Sekda Kota Sonny Budaya Putra, Basarnas, BMKG, dan unsur terkait lainnya.

Wali Kota Hendri menjelaskan, perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan karena cuaca masih berpotensi hujan serta perlunya respons cepat di lapangan. Selain itu, masih ada 33 warga yang belum ditemukan sehingga pencarian akan terus dimaksimalkan.

Dalam tiga hari ke depan, pemerintah juga akan memperkuat pendataan kerusakan sekaligus mematangkan langkah pemulihan pascabencana.

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau memprediksi cuaca pada 11 Desember akan berawan hingga hujan ringan sepanjang hari. Sementara pada 12–15 December, hujan ringan diperkirakan turun pada siang hingga sore.

Sekda Kota Sonny Budaya Putra melaporkan bahwa seluruh pengungsi telah direlokasi ke tempat yang lebih aman, seperti Rusunawa, unit kontrakan di Silaing Bawah, Koto Panjang, Koto Katik, serta rumah kerabat.

Pendataan sementara mencatat 24 warga Padang Panjang meninggal dunia, 15 korban berasal dari luar daerah, dan empat jenazah belum teridentifikasi. Laporan orang hilang mencapai 32 orang, terdiri dari 17 warga setempat dan 15 warga luar Padang Panjang.

Sejak masa tanggap darurat berlangsung pada 27 November hingga 10 Desember, tercatat 47 rumah rusak berat—25 di antaranya hanyut—16 rumah rusak sedang, dan 196 rumah mengalami rusak ringan.

Kerusakan juga melanda fasilitas pendidikan, yakni delapan SD, dua SMP, dan empat TK. Lahan pertanian seluas 16,17 hektare milik 28 kelompok tani turut terdampak. Kerusakan fasilitas umum mencakup jalan sepanjang 520 meter, DAM 38 meter, irigasi 470 meter, jembatan 42 meter, empat rumah ibadah, serta satu fasilitas kesehatan.

Bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan dan telah disalurkan kepada seluruh pengungsi di lokasi penampungan. Donasi uang tunai yang diterima hingga 10 Desember mencapai Rp 294.704.000.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update