Notification

×

Iklan

Najjar Lubis, Tokoh Inspiratif Pasaman Barat Nan Enerjik

Selasa, 16 Desember 2025 | 07:30 WIB Last Updated 2025-12-16T00:39:12Z

Najjar Lubis, tokoh Pasaman Barat.

RAKYATTERKINI.COM - Dia adalah tipe lelaki yang cinta kampung halaman. Enerjik dan inspiratif.

"Selama hayat masih di kandung badan, tangan saya tidak akan berhenti membangun kampung halaman, semampu saya," kata Najjar Lubis, kepada rakyatterkini.com baru-baru ini.

Pria berumur 60 tahun itu sudah malang melintang di dunia usaha sejak muda. Saat lepas berhenti tugas sebagai anggota TNI AD, dia menekuni dunia usaha di Aek Nabirong Kecamatan Koto Balingka dan Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Mulai dari usaha perkebunan sawit, perikanan, pariwisata, lapangan sirkuit motocross, maupun pertambangan pasir dan batu.

Lelaki enerjik ini, kalau bercerita soal membangun kampung halaman, semangat tetap berapi-api seperti semasa jadi TNI AD dulu.

"Kalau untuk membangun kampung halaman jiwa raga saya serahkan. Saya siap bersinerji dengan Pemda Pasaman Barat maupun Pemprov Sumbar," kata Najjar suatu ketika.

Najjar menyebut, membangun Pasaman Barat bukan tujuan untuk mencalon jadi bupati atau caleg.

"Sejak dulu siapapun bupatinya saya akan tetap di dunia usaha membantu pemerintah, sesuai profesi saya," imbuh lekaki tegap ini.

Saat bencana melanda Pasaman Barat, dan Sumbar pada 27 November 2025, usahanya Peridon Siap Maju juga terdampak banjir. Ikan dalam kolam juga ikut hanyut, tempat wisata juga tertimbun longsor, jalan-jalan penghubung di daerah juga putus dan terban, kebun sawit ikut terendam.

"Saat ini tiga titik jalan putus di Aek Nabirong, saya terjun untuk memperbaiki dengan dana sendiri, meski pun dengan terseok-seok," kata Najjar.

Najjar adalah sosok yang tidak gemuk dipuji dan tidak kurus dicaci. 

"Kalau soal kritikan dan cacian bagi saya sudah biasa, tetapi saya tak kan mundur.  Jiwa dan raga saya, tidak akan enak tidur kalau tak bisa membuat untuk negeri ini," timbal Najjar Lubis.

Meski belum semua obsesinya terwujud dalam membangun Pasbar terkabulkan, tetapi dia tak pernah patah arang.

Dia bersedia mewakafkan dirinya untuk bersinerji dengan Pemda untuk membangun Pasaman Barat sepanjang nafas masih ditenggorokkan.

"Soal sektor perikanan saya siapkan kolam, soal olahraga saya siapkan sarana, soal pariwisata saya juga sediakan fasilitas," imbuhnya. 

Teranyar yang sedang dia urus adalah upaya lobi membuka jalan penghubung Pasbar-Madina Sumut, bersama Pemda Pasbar.

"Kalau jalan perbatasan terbuka pundi-pundi ekonomi pun berdampak kepada masyarakat perbatasan dua provinsi ini," imbuhnya. 

Begitu soal rencana pembuatan kantor Komando Distrik Militer (Kodim) di Kabupaten Pasaman Barat. "Kalau tanah disediakan Pemda oleh Bupati Pasaman Barat, saya siap bangunkan gedungnya," kata Najjar.

Dia menyebut membangun kampung halaman sesuai dengan profesi sebagai pengusaha adalah tanggungjawab moral sebagai anak negeri. 

Dia mengaku siap bergandengan tangan dengan pengusaha lainnya, di Pasaman Barat yang memiliki jiwa membangun dan memajukan kampung halaman untuk bersinerji dengan pemerintah daerah. 

Bicara soal kepedulian sosial, Najjar jangan ditanya. Dia juga membantu pesantren di Aek Nabirong, dan sektor sosial keagamaan lainnya.

"Hidup ini tidak lama, sepanjang bisa bermanfaat untuk orang lain, berbuatlah jangan terlalu hiraukan cemoohan orang lain," Najjar memberika sugesti. 

Atas kegigihan dan kecintaannya membangun itu, dia kampungnya  digelari bapak pembanguan. 

Banyak jalan sekunder di kampungnya dibangun dengan biaya sendiri, sehingga akses perekonomian pun terbuka. (*junir sikumbang)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update