Notification

×

Iklan

Malamang, Warisan Leluhur Warnai HUT ke-55 Kota Solok

Senin, 15 Desember 2025 | 17:42 WIB Last Updated 2025-12-15T10:42:37Z

Tradisi Malamang di Kota Solok.

Solok, Rakyatterkini.com - Kota Solok merayakan usia ke-55 tahun dengan cara yang sarat makna. Di Halaman Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Solok, Lubuak Sikarah, Senin (15/12/2025), aroma bambu dan santan dari tradisi malamang menguar, menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan pelestarian budaya Minangkabau.

Tradisi leluhur ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Solok, sekaligus menjadi pengingat bahwa identitas Minangkabau tumbuh dari nilai gotong royong dan kebersamaan lintas generasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemko Solok, Happy Darmawan, mengatakan malamang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata menjaga jati diri anak kemenakan Minang agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Tradisi malamang harus terus hidup. Minimal anak-anak dan generasi muda kita tidak kehilangan identitas sebagai urang Minang,” ujarnya.

Happy juga menyampaikan malamang telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) sebagai warisan budaya tak benda dan dikenal hingga mancanegara. Lamang yang dimasak bersama nantinya dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol kasih dan kebersamaan para Bundo Kanduang Kota Solok dalam menjaga warisan budaya.

“Semoga lewat kebersamaan ini, Kota Solok bisa pulih lebih cepat. Persatuan masyarakat adalah kunci kebangkitan,” tambahnya.

Sementara itu, Bundo Kanduang Kota Solok, Sita Nofembra, dengan rasa syukur atas cuaca yang mendukung suksesnya kegiatan. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Solok dalam merespons berbagai persoalan masyarakat, terutama saat banjir besar melanda beberapa waktu lalu.

“Malamang adalah warisan nenek moyang kita untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan persatuan. Tradisi ini harus terus diwariskan agar dikenal dari generasi ke generasi,” tutur Sita dengan penuh haru.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, mengakui sejumlah agenda perayaan HUT Kota Solok terpaksa dibatalkan dan ditunda akibat bencana hidrometeorologi. Namun, ia bersyukur karena berkat kerja sama semua pihak, kondisi kota perlahan pulih.

“Alhamdulillah, fasilitas umum, pendidikan, dan kesehatan sudah kembali bisa dimanfaatkan. Ini hasil kerja bersama OPD, TNI-Polri, BPBD, relawan, dan seluruh masyarakat Kota Solok,” kata Wali Kota.

Ia menegaskan tradisi malamang menjadi simbol kuat kebersamaan dalam keberagaman masyarakat Kota Solok, sekaligus media pewarisan nilai budaya Minangkabau kepada generasi muda.

Di sisi lain, Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, mengingat prediksi BMKG terkait kondisi cuaca di wilayah Sumatera. Ia turut menyampaikan perkembangan pemulihan layanan air bersih, di mana sekitar 50 persen aliran PDAM telah kembali normal.

“Saya mohon kesabaran masyarakat. Jajaran PDAM terus bekerja agar kebutuhan air bersih masyarakat segera terpenuhi sepenuhnya,” ujarnya.

Menutup rangkaian acara, Wali Kota Solok secara resmi membuka Lomba Malamang Tahun 2025, disambut antusias para bundo-bundo dan masyarakat yang hadir.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli, Dandim 0309/Solok, jajaran Polres Solok Kota, Kejaksaan Negeri Solok, Ketua Pengadilan Negeri Solok, Direktur PDAM, Ketua LKAAM, Ketua KAN, serta bundo-bundo muda Kota Solok menjadi saksi tradisi dan kebersamaan masih hidup dan terus mengakar di Kota Beras Serambi Madinah. (lis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update