Jakarta, Rakyatterkini.com – Ketegangan bersenjata antara Thailand dan Kamboja semakin meningkat, memaksa pemerintah Thailand melakukan evakuasi besar-besaran terhadap warganya yang tinggal di kawasan perbatasan.
Hingga Selasa (9/12/2025) malam, lebih dari 400.000 warga telah dipindahkan ke lokasi yang dinilai aman. Angka ini menjadikan operasi tersebut sebagai salah satu evakuasi terbesar dalam sejarah modern Thailand, bahkan melampaui jumlah pengungsian saat konflik lima hari pada Juli lalu, sebagaimana dikutip iNews.id.
Langkah evakuasi ini dilakukan untuk melindungi warga dari kemungkinan serangan balasan Kamboja serta risiko perluasan operasi militer Thailand sendiri.
Sementara itu, pemerintah Kamboja turut mengevakuasi sekitar 54.550 warganya, memperlihatkan besarnya ancaman yang dirasakan kedua negara di tengah eskalasi konflik.
Ketegangan kembali memuncak setelah Thailand secara sepihak mencabut Deklarasi Damai yang sebelumnya ditandatangani bersama Kamboja di hadapan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pembatalan tersebut disusul dengan operasi militer intensif sejak akhir pekan lalu.
Untuk memperkuat posisinya di kancah internasional, Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada seluruh negara anggota ASEAN, Sekretaris Jenderal PBB, serta Presiden Dewan Keamanan PBB. Selain itu, seluruh kedutaan besar Thailand di berbagai negara diminta aktif menyampaikan penjelasan mengenai sikap pemerintah kepada otoritas setempat dan media internasional.
Di sisi lain, Kamboja menuding Thailand sebagai pihak pertama yang melanggar gencatan senjata dan menyerukan agar komunitas internasional mengecam tindakan Bangkok.(da*)


