Notification

×

Iklan

Kerugian Bencana di Agam Capai Rp4,2 Triliun

Selasa, 30 Desember 2025 | 15:33 WIB Last Updated 2025-12-30T08:33:00Z

Kondisi jembatan di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam \

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Kerugian akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencapai Rp4,20 triliun. Bencana berupa banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung ini merusak lima sektor utama, yakni perumahan, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan lintas sektor.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam, Roza Syafdefianti, menyatakan, angka kerugian tersebut diperoleh dari pendataan yang dilakukan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah terkait.

“Kerugian sektor perumahan tercatat Rp1,59 triliun, terdiri dari kerusakan rumah sebesar Rp741,92 miliar dan prasarana lingkungan senilai Rp855,60 miliar,” ujarnya di Lubuk Basung, Senin.

Sementara itu, sektor infrastruktur menanggung kerugian Rp2,23 triliun, yang meliputi transportasi Rp1,63 triliun, sumber daya air Rp368,46 miliar, serta air dan sanitasi Rp234,24 miliar.

Untuk sektor ekonomi, total kerugiannya mencapai Rp341,80 miliar, terdiri dari pertanian Rp189,51 miliar, perikanan Rp74,89 miliar, peternakan Rp31,69 miliar, perkebunan Rp23,30 miliar, perdagangan Rp20,60 miliar, dan pariwisata Rp1,78 miliar.

Sektor sosial mengalami kerugian Rp20,76 miliar, yang terbagi menjadi pendidikan Rp20,1 miliar dan kesehatan Rp600 juta. Adapun sektor lintas sektor tercatat mengalami kerugian Rp6,49 miliar, mencakup pemerintah Rp3,99 miliar dan lingkungan hidup Rp2,5 miliar.

Roza menambahkan, total kerugian itu berasal dari nilai kerusakan Rp2,36 triliun dan kerugian lainnya Rp2,71 triliun.

Bencana yang melanda akhir November 2025 itu menelan korban 163 jiwa meninggal, 38 orang hilang, dan dua orang masih menjalani perawatan. Pencarian korban hilang secara resmi dihentikan pada 22 Desember 2025 setelah mendapat persetujuan dari ahli waris.

Tanggap darurat diperpanjang dari 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, guna mematangkan persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update