Notification

×

Iklan

Cegah Penyalahgunaan Narkotika, BNN Pasaman Barat Edukasi Keluarga dan Siswa di Sekolah

Selasa, 30 Desember 2025 | 15:40 WIB Last Updated 2025-12-30T08:40:00Z

Kepala BNN Pasaman Barat, Rangga Noverio, didampinggi Rhiva, Awaludin, bersama wartawan, Selasa (30/12/2025).

Simpang Empat, Rakyatterkini.com - Mencegah penyalahgunaan narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) Pasaman Barat intensifkan melakukan berbagai whorkshop, pelatihan, pemberdayaan,  pencegahan narkoba bagi keluarga, remaja dan sekolah. 

"Benar, pelaksanaan pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus kita intensifkan dalam tahun ini menyasar remaja dan orangtua, tentang bahaya narkotika ," ujar Kepala BNN Pasaman Barat, Rangga Noverio, didampinggi Rhiva, Awaludin, kepada wartawan, Selasa (30/12/2025) di kantor BNN Simpang Empat.

Menurutnya, Sumbar sebelumnya masuk peringkat 6 tertinggi peredaran Narkoba, tahun ini 2025,  turun menjadi peringkat 15 dari 34 Provinsi se-Indonesia.

Dia menyebut, program unggulan pencegahan Narkoba adalah pendidikan keluarga yang terdiri dari anak usia remaja dan orangtua, sekolah dan penggiat anti narkotika, di nagari.

BNN Pasaman Barat yang membawahi tiga kabupaten (Pasaman, Agam dan Pasaman Barat), juga melaksanakan pelatihan fasilitator pada jenjang pendidikan SMP, SMA, MTs yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah.  

Kegiatan tersebut bagian dari penilaian ketahanan diri remaja dengan hasil 53,9 kategori sangat tinggi.

Selain itu, BNN juga memiliki program Desa Bersih Narkoba berdasarkan hasil indeks kawasan rawan Narkoba berstatus waspada, dan program pemberdayaan lainya. 

Disebutkan, BNN Pasaman Barat, juga telah melaksanakan Bimtek P4GN dari BNN RI capacity building, untuk melatih  dan memperkuat peran penggiat masyarakat, swasta, lembaga agar mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan, pemberantasan, dan peredaran gelap narkotika.

Disebutkan, selain edukatif, sosialisasi, dan pemberdayaan, BNN juga telah melaksanakan pemeriksaan tes urine bagi karyawan perusahaan, aparatur negara, di tiga Kabupaten Pasaman, Agam dan Pasaman Barat. 

"Kita juga telah  memberikan rehabilitasi, asesmen, rawat jalan, rawat inap, bagi pemakai narkotika. Membentuk agen pemulihan 5 orang pada beberapa nagari yang dipetakan bagi nagari rawan narkotika," jelasnya.

Dia menyebutkan sesuai dengan Tupoksi BNN dan UU RI  Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, Inpres No 2 Tahun 20222 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN, dan Peraturan Kepala BNN No 6 Tentang Organisasi BNN, pihaknya memang lebih dominan untuk pencegahan dan edukasi. 

Sementara untuk penindakkan hukum  berkolaborasi dengan BNN Provinsi Sumbar dan penegak hukum Polres Pasaman Barat, maupun pemerintah daerah. 

Hasil dari  sinerji penindakkan BNNK Pasaman Barat tersebut, sepanjang tahun 2025 pada tiga kabupaten telah berhasil  menangkap 20 tersangka.

Dengan rincian 4  orang tersangka shabu, dengan barang bukti (BB)  1.900,77 gram, serta  16 orang tersangka ganja dengan BB 335,025,24 gram.

"Karena Pasaman Barat dan Pasaman pintu masuknya narkotika kita menghimbau orangtua, guru dan ninik mamak tokoh masyarakat untuk mengantisipasi putra putri serta anak kemenakannya agar tidak terjadi penyalahgunaan narkotika," imbau  Rangga. (junir sikumbang)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update