Notification

×

Iklan

ICP November 2025 Turun ke US$ 62,83 per Barel

Selasa, 16 Desember 2025 | 23:44 WIB Last Updated 2025-12-16T16:44:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) untuk November 2025 tercatat sebesar US$ 62,83 per barel, mengalami penurunan US$ 0,80 per barel dibandingkan Oktober yang berada di angka US$ 63,62 per barel.

Penetapan ICP November 2025 ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 416.K/MG.03/MEM.M/2025 tentang Harga Minyak Mentah Bulan November 2025, yang ditetapkan pada 10 Desember 2025.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa penurunan ICP sejalan dengan merosotnya harga minyak mentah utama di pasar global. Hal ini dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia, sehingga investor lebih memilih beralih ke pasar uang.

"Dampak penguatan Dolar AS membuat investor mengalihkan investasinya ke pasar uang," ujar Laode dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).

Selain itu, Laode menambahkan, penurunan ICP juga dipicu oleh kekhawatiran terkait potensi kelebihan pasokan minyak mentah global. Salah satunya berasal dari kesepakatan OPEC+ yang berencana menambah pasokan sebesar 137 ribu barel per hari pada Desember 2025.

Laporan OPEC November 2025 menyebutkan bahwa produksi minyak mentah Non-OPEC+ diprediksi meningkat sekitar 900 ribu barel per hari sepanjang 2025, menjadi rata-rata 54,1 juta barel per hari. Kenaikan ini terutama berasal dari Brasil, Kanada, AS, dan Argentina. Sementara itu, produksi minyak mentah OPEC+ pada Oktober 2025 tercatat rata-rata 43,02 juta barel per hari.

International Energy Agency (IEA) melaporkan bahwa persediaan minyak global pada November 2025 melonjak 77,7 juta barel atau setara 2,6 juta barel per hari, mencapai level tertinggi sejak Juli 2021. Proyeksi IEA menunjukkan bahwa pasokan minyak dunia diperkirakan meningkat 3,1 juta barel per hari sepanjang 2025, dengan rata-rata tahunan 106,3 juta barel per hari.

Laode menambahkan, faktor lain yang memengaruhi penurunan harga minyak adalah kemungkinan tercapainya gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. Hal ini dipandang dapat mengurangi sanksi terhadap Rusia, sehingga menambah pasokan minyak global dan menekan harga dunia.

Selain itu, langkah Arab Saudi menurunkan harga minyak bagi pembeli di Asia pada Desember 2025, rata-rata US$ 1,20–1,40 per barel, juga menjadi faktor penurunan harga. Penyesuaian ini dilakukan seiring terpenuhinya kebutuhan pasar karena peningkatan produksi OPEC+.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada November 2025 dibandingkan Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

Dated Brent turun US$ 1,10/barel dari US$ 64,75/barel menjadi US$ 63,65/barel.
WTI (Nymex) turun US$ 0,59/barel dari US$ 60,07/barel menjadi US$ 59,48/barel.
Brent (ICE) turun US$ 0,29/barel dari US$ 63,95/barel menjadi US$ 63,66/barel.
Basket OPEC turun US$ 0,67/barel dari US$ 65,14/barel menjadi US$ 64,47/barel.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update