Padang, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meminta dukungan maksimal dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian masyarakat yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.
Kepada perwakilan Kementerian Pertanian, Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa bencana tersebut tidak hanya menelan banyak korban jiwa, tetapi juga merusak lahan pertanian dalam jumlah besar, yang berdampak langsung pada sumber mata pencaharian warga.
Data Posko Terpadu Penanganan Bencana Sumbar mencatat, sedikitnya 6.749 hektare sawah, 6.713 hektare lahan pertanian, serta 1.031 hektare lahan perkebunan masyarakat mengalami kerusakan. Total warga terdampak mencapai 247.762 jiwa, dengan 20.474 jiwa terpaksa mengungsi.
“Bencana ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan lahan-lahan yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat,” ujar Gubernur Mahyeldi saat menerima bantuan di Pelabuhan Teluk Bayur, Senin (8/12/2025).
Ia menegaskan bahwa pemulihan lahan harus dilakukan tanpa menunda waktu agar masyarakat dapat kembali berproduksi. Untuk itu, Pemprov Sumbar mengajukan permohonan dukungan alat berat.
“Perkiraan kami, sekitar 200 ekskavator dibutuhkan untuk memulihkan kembali fungsi lahan masyarakat. Kami berharap Kementerian Pertanian bisa ikut membantu secara menyeluruh,” tuturnya.
Gubernur Mahyeldi menambahkan bahwa pemulihan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan ekonomi daerah, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan masyarakat.
“Kita ingin masyarakat segera kembali menanam, memanen, dan menggerakkan ekonomi keluarga. Dengan dukungan pemerintah pusat, Insya Allah proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat,” katanya.
Ia menutup dengan menegaskan kesiapan Pemprov Sumbar menjalin kolaborasi dengan kementerian dan seluruh pihak terkait agar rehabilitasi lahan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Ini adalah upaya bersama. Kita berharap langkah pemulihan dapat segera diwujudkan demi keberlangsungan hidup masyarakat,” pungkasnya.(da*)


