Notification

×

Iklan

Pemko Solok Gerak Cepat: Ribuan Warga Terdampak Banjir, Pemulihan Dikebut dengan Melibatkan Seluruh Stakeholder

Selasa, 09 Desember 2025 | 11:55 WIB Last Updated 2025-12-09T04:55:00Z

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, didampingi Wawako, Suryadi Nurdal, saat memimpin rapat penanaganan banjir.

Solok, Rakyatterkini.com - Kota Solok menjadi salah satu daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi di akhir November lalu, pemerintah daerah terus memaksimalkan upaya permulihan pascabencana, baik penanganan maupun penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak hingga berakhir masa Tanggap Darurat Bencana Sumbar.

"Kami, Pemko Solok selalu berupaya untuk gerak cepat, mulai dari pemerintah kota, kecamatan dan kelurahan dalam memantau kondisi lapangan dan membantu warga terdampak," ujar Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Minggu (7/12/2025).

Sesuai data Pemerintah Kota Solok, musibah banjir yang terjadi dari rentang 25 hingga 27 November 2025 berdampak terhadap 9.375 jiwa dari 2.978 keluarga. Keseluruhan, banjir merendam 2.333 rumah terendam banjir di 9 kelurahan.

Dilaporkan satu warga Kelurahan Tanah Garam meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka ringan. Sejak kejadian itu, tim gabungan terus melakukan gerak cepat dengan mengevakuasi ke sejumlah titik aman dan lokasi pengungsian, diantaranya di Balaikota Solok, sejumlah Masjid dan Mushola di Kelurahan IX Korong, KTK, Tanah Garam serta pengungsian sementara di SMPN 4 Sinapa Piliang dan Taman Kota Kalumpang.

Banjir juga menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah dan infrastruktur. Selain itu bencana ini juga mengakibatkan kerusakan di sektor pertanian seluas 106,9 hektare di Kecamatan Lubuk Sikarah. 

Sementara sektor peternakan mengalami kerugian dengan 18 ekor sapi, 62 ekor kambing dan 50 ekor itik terdampak serta 1.200 ekor ayam mati.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, membawa bantuan.

Pada sektor perikanan, kerugian sementara ditaksir mencapai Rpl35.480.000. Sejumlah sekolah juga dilaporkan mengalami rusak ringan di beberapa Kelurahan, serta terdapat kerusakan pada laydam dan jembatan di beberapa titik kota.

Sejak awal kejadian, Pemko Solok telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk melakukan penanganan darurat, mulai dari pendataan masyarakat terdampak, evakuasi warga di Kawasan rawan, hingga distribusi bantuan logistik.

Personel gabungan dari BPBD, Damkar, Dinas Sosial, Satpol PP, TNI-Polri serta relawan turun langsung ke lapangan untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Ramadhani Kirana Putra menegaskan, keselamatan warga merupakan prioritas utama. Selain penanganan darurat, Pemko Solok juga melakukan langkah antisipasi berupa pembersihan saluran air di kawasan yang rawan tersumbat, serta monitoring intensifpada titik-titik rawan banjir di sepanjang aliran sungai.

Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Solok untuk terjun langsung menjadi relawan dalam penanggulangan bencana banjir di Kota Solok.

la menekankan, tahun ini situasi banjir berbeda dari sebelumnya. Pemulihan tidak akan berlangsung cepat, sehingga dukungan tambahan dari ASN menjadi sangat penting.

"Kita tidak bisa memprediksi dampaknya. Tahun ini sangat berbeda, bencana ini tidak hanya selesai begitu saja. Para relawan perlu didukung secara total oleh ASN, terutama yang berusia di bawah 40
tahun. Sebagai ASN, kita tidak bisa berlepas tangan atas kondisi yang terjadi di kota kita," tegasnya.

ASN diminta menjadi relawan dan membantu dalam berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari evakuasi, pelayanan logistik, hingga pembersihan rumah warga terdampak termasuk perkantoran.

Selain itu, Ramadhani turut menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat terdampak, khususnya bantuan berupa sembako, makanan cepat saji, pakaian, matras dan perlengkapan tidur. 

Wali Kota Solok bersama petugas dan warga bersihkan material banjir bandang.

Adapun beberapa bantuan didapat dari donasi warga, donasi ASN lingkup Pemko Solok, BNPB, dan dari Anggota DPR-RI Andre Rosiade, Walkil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dan para hamba Allah.

Penanganan darurat juga didukung bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) berupa 28 ton beras. Bantuan ini disalurkan kepada 9.375 warga terdampak, dengan perhitungan kebutuhan konsumsi harian.

"Setiap warga menerima 300 gram beras per hari selama 10 hari, setara 3 kilogram per orang Wali Kota juga menegaskan bahwa status darurat bencana masih terus dievaluasi. Jika cuaca stabil dan banjir tidak berulang, status darurat akan ditutup sesuai ketetapan awal.

"Jika kondisi tetap aman dan bencana tidak terjadi lagi, status darurat akan ditutup pada 8 Desember, sesuai penetapan selama 14 hari. Semoga ke depan semua berjalan lancar," harapnya. 

Selain bantuan pangan, pemerintalh juga terus melakukan pendataan kerusakan rumah, pembersihan lingkungan, serta perbaikan fasilitas umum. Kolaborasi antara Pemko, relavwan, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pasca banjir.

Sementara itu, Wawako Suryadi Nurdal menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kerja kolektif seluruh unsur. "Penanganan pasca banjir tidak boleh menunggu. Kita harus bergerak bersama, saling menguatkan, dan menjaga semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat kita," katanya.

Ditengah lmpur dan puing yang tersisa, terlihat senyum kecil warga yang terhibur oleh dukungan dan perhatian dari para pemimpin kotanya. Kehadiran itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya datang nembawa bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kepedulian dan harapan.

Pemko Solok terus memnantau kondisi cuaca dan potensi banjir susulan. Masyarakat diimbau tetap waspada serta menjaga keselamatan diri dan keluarga. 

"Musibah boleh datang tiba-tiba, namun kebersamaan dan kepedulian akan selalu menjadi fondasi kuat Kota Solok untuk bangkit lebih tangguh dari sebelumnya," tutupnya. (adv)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update