Padang, Rakyatterkini.com – Distribusi BBM, terutama solar, di Sumatera Barat masih mengalami kendala serius. Kondisi ini nyaris sama seperti sebelum bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut, yang dikhawatirkan dapat menghambat upaya pemerintah dalam penanganan pascabencana.
Pantauan Infosumbar di beberapa SPBU Kota Padang selama beberapa hari terakhir menunjukkan antrean kendaraan masih mengular, mulai dari mobil angkutan barang hingga penumpang.
Pada Senin (15/12/2025), salah satu petugas SPBU 13.251.503 di Jalan ByPass, antara Simpang Unand dan Simpang Durian Taruang, mengungkapkan pasokan solar belum masuk sejak malam sebelumnya.
“Sejak tadi malam belum masuk, pak. Mungkin sekitar pukul sepuluh pagi ini baru datang,” ujar petugas tersebut.
Akibat stok solar kosong, SPBU itu sempat tak memiliki antrean kendaraan. Namun, pada Rabu (17/12/2025), antrean kembali terlihat panjang, karena banyak kendaraan yang menunggu giliran mengisi bahan bakar. Kondisi ini berbeda dengan SPBU 14.251.597 di dekat Basko City Mall, yang pada Senin mobil-mobil telah mengular hingga menyulitkan akses di jalan ByPass.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU 14.251.523 di Jalan Khatib Sulaiman, tepat di seberang kampus STIE-KBP. Antrean yang panjang bahkan membuat tiga unit mobil pemadam kebakaran terjebak, meski tidak ada kejadian kebakaran. “Untung tidak ada kebakaran,” keluh Yati, seorang warga yang tengah antre.
Pantauan pada Rabu (17/12/2025) menunjukkan antrean di dua SPBU kawasan Jalan Khatib Sulaiman masih mengular sejak pagi. Mayoritas pengendara adalah mobil dan truk yang harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Andi, warga Lubuk Buaya, mengaku kondisi antrean ini telah berlangsung beberapa hari terakhir.
Rian, seorang sopir truk dari Seberang Padang, menambahkan keterlambatan pasokan BBM berdampak signifikan pada pekerjaannya. “Kalau BBM kosong atau antre lama, aktivitas angkut barang terganggu. Kami berharap distribusi segera normal,” ujarnya.
Kondisi antrean panjang juga terjadi di SPBU lain di luar Kota Padang, seperti Padang Panjang. Di SPBU 14.271.531 di depan RM Pak Datuak, antrean truk mengular dan mempersempit jalan utama Padang–Bukittinggi. “Untung saja jalannya terputus di Lembah Anai. Kalau tidak, bisa macet panjang,” kata Nisa, warga setempat.
Di Kabupaten Solok, antrean SPBU 14.273.546 pada Sabtu (13/12/2025) pagi bahkan mencapai dua kilometer. Para pengendara terpaksa menunggu hingga sore atau malam, karena pasokan solar baru diperkirakan tiba pada waktu tersebut.
Kondisi antrean panjang dan keterlambatan pasokan BBM ini menjadi perhatian serius, mengingat peran vital bahan bakar dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kegiatan penanganan pascabencana di Sumbar. (da*)


