Notification

×

Iklan

Dapur Gizi dan Aktivitas Anak Warnai Penutupan PKM Tanggap Darurat

Selasa, 30 Desember 2025 | 15:16 WIB Last Updated 2025-12-30T08:16:00Z

Antusiasme Anak-Anak ikuti Hari Terakhir PKM UM Sumbar

Padang, Rakyatterkini.com — Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana yang digelar Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) di Kecamatan Nanggalo sudah ditutup .

Saat hari terakhir, ratusan anak-anak antusias mengikuti pendampingan psikososial yang dirancang pascabanjir yang sempat merendam sejumlah permukiman di Nanggalo. Banjir sebelumnya mengganggu aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar dan bermain anak-anak. Bahkan beberapa hari setelah air surut, sebagian anak masih merasa takut, terutama saat hujan turun kembali.

Kondisi inilah yang mendorong tim PKM UM Sumbar menghadirkan kegiatan pemulihan psikososial dengan metode yang ramah dan menyenangkan. Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Awalnya direncanakan untuk sekitar 50 anak, ternyata lebih dari 100 anak dari berbagai usia hadir memadati area masjid untuk mengikuti aktivitas mewarnai, bermain puzzle, dan permainan kelompok yang bertujuan membangun kembali rasa aman dan kebersamaan.

Yuliana, salah seorang warga Surau Gadang, mengungkapkan rasa senangnya. “Waktu banjir kemarin, anak-anak sempat takut dan susah tidur. Alhamdulillah sekarang mereka bisa tertawa lagi dan bermain bersama teman-temannya. Kami sebagai orang tua merasa lebih tenang melihat anak-anak kembali ceria,” ujarnya.

Selain pendampingan psikososial, kegiatan ini juga melibatkan Dapur Gizi Balita dan Lansia yang digagas Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Nanggalo. Melalui kolaborasi ini, anak-anak dan lansia mendapatkan makanan bergizi sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana. Kehadiran dapur gizi mendapat sambutan positif dari warga karena membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Iqbal Nuari anggota tim PKM UM Sumbar, menjelaskan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menegaskan pentingnya ruang pemulihan pascabencana. “Awalnya ditargetkan 50 anak, tetapi yang hadir lebih dari 100. Ini menunjukkan anak-anak sangat membutuhkan ruang aman untuk kembali ceria setelah pengalaman yang menegangkan,” katanya.

Pendekatan psikososial melalui kegiatan sederhana seperti mewarnai dan bermain puzzle dipilih karena mudah diterima anak-anak dan efektif membantu mereka merasa lebih tenang. Aktivitas ini juga memberi kesempatan bagi anak-anak berinteraksi kembali dengan teman sebaya dalam suasana positif.

Rangkaian PKM Tanggap Darurat ini terlaksana berkat dukungan pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.

Melalui program ini, UM Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya saat darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka panjang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update