![]() |
| Prajurit TNI bersama petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun hunian sementara (huntara) |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan rumah hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan jam kerja hingga 18 jam per hari.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan percepatan ini bertujuan agar masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak selama proses pemulihan pascabencana berlangsung.
“Percepatan ini dilakukan supaya warga dapat segera menempati hunian layak selama pemulihan,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers yang digelar dari Jakarta, Kamis.
Pembangunan huntara melibatkan sinergi antara TNI-Polri, BNPB, dan pemerintah daerah dengan pembagian tugas yang terkoordinasi.
Di Sumatera Utara, pembangunan huntara telah dimulai di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tapanuli Utara, di mana satu unit huntara dengan konsep satu rumah untuk satu keluarga telah rampung.
Sementara itu, Sumatera Barat menjadi provinsi dengan progres pembangunan huntara paling cepat dibanding provinsi lainnya.
Di Aceh, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor, enam kabupaten telah menetapkan lokasi pembangunan huntara, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Luwes, Bener Meriah, dan Bireuen. Dua kabupaten lain, Aceh Timur dan Nagan Raya, masih dalam tahap identifikasi lahan.
“Sebagian lokasi memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah, sementara sebagian lain dibeli dari masyarakat untuk memastikan kejelasan status hukum,” jelas Abdul.
Ia menambahkan harapannya, tim gabungan di lapangan dapat bekerja tanpa kendala, terutama dari faktor cuaca, sehingga pembangunan huntara dapat rampung sesuai target awal 2026 dan kehidupan warga terdampak kembali stabil.(da*)


