Notification

×

Iklan

BNPB, 1.135 Jiwa Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumatra

Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:15 WIB Last Updated 2025-12-27T07:15:00Z

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari

Aceh, Rakyatterkini.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di wilayah Sumatra kini mencapai 1.135 jiwa, setelah terjadi penambahan enam korban dalam pembaruan data terakhir.

Sementara itu, tercatat 489.864 warga menjadi pengungsi, tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, serta relawan di sejumlah daerah yang masih memiliki daftar orang hilang.

“Jumlah korban hilang terus menurun seiring intensifnya upaya pencarian di lapangan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan harian BNPB, Kamis (25/12/2025).

Selain fokus pada penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan sektor pendidikan. Sekolah dijadwalkan kembali dibuka pada minggu pertama Januari 2026, setelah masa libur. Menurut Abdul Muhari, kegiatan belajar-mengajar tidak hanya penting untuk keberlanjutan pendidikan, tetapi juga memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana.

Pemulihan akses jalan juga terus dikebut. Jalur Bener Meriah–Bireuen kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat melalui beberapa jalur alternatif. Ruas Jalan Nasional Takengon–Bireuen juga secara bertahap pulih, sehingga diharapkan memperlancar distribusi logistik, termasuk suplai energi dari Bandara Rembele, Bener Meriah menuju Takengon, Aceh Tengah.

Beberapa titik prioritas yang tengah diperbaiki meliputi Jembatan Beli di Lawe Penanggalan, Aceh Tenggara, serta akses di wilayah Nipah, Kabupaten Bener Meriah. Kementerian PUPR menargetkan sebagian besar pemulihan jalan dan jembatan nasional selesai pada 30 Desember 2025, dengan beberapa titik rampung awal Januari 2026.

Distribusi bantuan dari Posko Nasional BNPB di Halim Perdanakusuma terus berlangsung. Hingga saat ini, 1.370 ton logistik telah diterima, dengan 1.361 ton sudah disalurkan ke wilayah terdampak. BNPB juga menyiapkan cadangan logistik tambahan dan memastikan bantuan dari kementerian, lembaga, serta organisasi masyarakat terus berdatangan.

Secara rinci, penyaluran logistik telah mencapai Aceh sebanyak 37,4 ton melalui jalur udara, Sumatra Utara 8,7 ton melalui jalur darat, dan Sumatra Barat 6,1 ton melalui jalur darat, seiring membaiknya akses transportasi.

BNPB, bersama BMKG dan TNI, juga melakukan operasi modifikasi cuaca. Meski intensitas hujan menurun secara signifikan dalam sebulan terakhir, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan lebat dan banjir susulan. Hingga kini, tidak ada laporan tambahan korban dari bencana susulan tersebut.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan pascabencana melalui sinergi antara pusat dan daerah, sehingga kehidupan masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat pulih dan bangkit lebih baik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update