Notification

×

Iklan

Banjir dan Longsor Sri Lanka Tewaskan 618 Orang

Senin, 08 Desember 2025 | 15:15 WIB Last Updated 2025-12-08T08:39:09Z

Sri Lanka terus berjibaku dengan salah satu bencana hidrometeorologi 

Jakarta, Rakyatterkini.com– Sri Lanka masih bergulat dengan salah satu bencana alam paling parah dalam sejarahnya. Hingga Minggu (7/12/2025), jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor meningkat menjadi 618 orang. 

Pemerintah kembali mengeluarkan peringatan longsor baru karena hujan lebat diperkirakan masih turun dalam beberapa hari ke depan.

Bencana besar ini dipicu oleh Siklon Ditwah yang melanda kawasan Asia selama dua pekan terakhir. Secara keseluruhan, siklon tersebut telah menewaskan setidaknya 1.812 orang di sejumlah negara, dengan korban terbanyak di Indonesia, disusul Sri Lanka dan Thailand.

Pemerintah Sri Lanka melaporkan bahwa dari total 618 korban jiwa, sebanyak 464 orang berasal dari wilayah pegunungan tengah, daerah penghasil teh yang dikenal sangat rawan longsor. Selain itu, 209 warga masih dinyatakan hilang, sehingga dikhawatirkan angka kematian masih dapat bertambah.

Lebih dari dua juta penduduk, atau sekitar 10 persen populasi Sri Lanka, terdampak langsung oleh banjir dan longsor. Banyak desa di kawasan perbukitan terisolasi setelah akses jalan utama tertutup material tanah.

Pusat Manajemen Bencana (DMC) kembali mengingatkan bahwa curah hujan ekstrem dapat memicu longsor lanjutan. Kondisi lereng bukit yang telah jenuh air membuat kawasan tengah dan barat laut berada dalam situasi sangat labil.

Otoritas setempat juga mengerahkan helikopter untuk mengevakuasi ribuan warga yang terjebak. Situasi ini mengingatkan pada bencana serupa yang baru-baru ini terjadi di Indonesia.

Lebih dari 75.000 rumah dilaporkan rusak, dengan setidaknya 5.000 unit rata dengan tanah. Jumlah pengungsi yang sempat mencapai 225.000 orang kini berkurang menjadi sekitar 100.000, setelah sebagian warga kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air, meski ancaman longsor belum sepenuhnya hilang.

Siklon Ditwah disebut sebagai badai terburuk yang menerjang Sri Lanka dalam seratus tahun terakhir. Kombinasi angin kencang, hujan ekstrem, dan struktur tanah yang rapuh membuat dampaknya semakin fatal.

Bantuan dari luar negeri mulai berdatangan. Myanmar menjadi salah satu negara pertama yang mengirimkan pesawat berisi bantuan darurat untuk para korban. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update