Notification

×

Iklan

Antrean Solar Subsidi di Solok Capai 2 Kilometer

Minggu, 14 Desember 2025 | 16:45 WIB Last Updated 2025-12-14T09:45:00Z

Antrean Panjang BBM di Solok Hambat Aktivitas Angkutan Pasca Bencana Banjir

Solok, Rakyatterkini.com – Antrean panjang untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar masih terjadi di Kabupaten Solok. Salah satunya terlihat di SPBU 14.273.546, Koto Baru, Kecamatan Kubung.

Pantauan pada Sabtu (13/12/2025) sore menunjukkan kendaraan mengular hingga hampir 2 kilometer. Meski demikian, sopir belum bisa mengisi BBM karena stok solar masih dalam perjalanan.

“Sejak jam 15.30 WIB hingga sekarang, jam 17.00 WIB, kami masih mengantre. Dengar-dengar solar baru datang malam nanti, tapi kami tetap menunggu,” ujar Niko, salah seorang sopir pengangkut pasir.

Kondisi antrean panjang ini tidak berubah meski Kabupaten Solok baru saja dilanda bencana. Niko mengungkapkan, seharusnya ada regulasi atau ketersediaan stok khusus saat situasi darurat agar antrean tidak terlalu panjang.

Menurut Niko, jarak antara titik awal antrean dan SPBU mencapai sekitar 1,5 kilometer. Banyak sopir memilih bertahan di lokasi, bahkan bermalam, sambil menunggu solar tiba. “Waktu tunggu bisa sampai satu hari. Saat ini ritme kami sehari jalan, sehari antre BBM,” ujarnya.

Kelangkaan solar ini berdampak langsung pada aktivitas pengangkutan material yang penting untuk pemulihan pascabanjir. “Kami membawa pasir, jadi pekerjaan sangat terganggu,” tambahnya.

Selama menunggu, para sopir hanya bisa beristirahat di dalam kendaraan, bermain ponsel, atau tidur. Kondisi ini juga memengaruhi pendapatan harian mereka. “Pulang seperti ini tidak ada penghasilan untuk keluarga,” keluh Niko.

Ia menilai kelangkaan solar subsidi di masa pemulihan pascabanjir sangat merugikan masyarakat kecil. Niko berharap pemerintah segera mengambil langkah agar distribusi BBM lebih tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu.

“Kalau tidak bisa disalurkan dengan baik, lebih baik solar tidak disubsidi saja daripada antre panjang dan banyak pihak yang mengambil keuntungan,” tegasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update