Notification

×

Iklan

Dave Laksono: Perdamaian Asia Tenggara Butuh Peran RI

Minggu, 14 Desember 2025 | 17:16 WIB Last Updated 2025-12-14T10:16:00Z

Iliustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja terus berlangsung, mendorong Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, agar Indonesia mengambil peran aktif sebagai mediator.

"Komisi I DPR RI mendorong pemerintah Indonesia untuk berperan sebagai mediator yang netral dan dipercaya, sesuai tradisi diplomasi bangsa kita. Dengan komitmen terhadap perdamaian, Indonesia dapat mencegah konflik meluas dan menjaga stabilitas, keamanan, serta kesejahteraan kawasan Asia Tenggara," ujar Dave kepada wartawan, Minggu (14/12/2025).

Dave menekankan, perang berkepanjangan berpotensi menimbulkan ketidakpastian politik dan keamanan yang dapat berdampak pada negara lain. Indonesia, menurutnya, tidak bisa menutup mata terhadap risiko yang mungkin mengancam stabilitas domestik, seperti infiltrasi ideologi ekstrem, aktivitas ilegal lintas batas, maupun gangguan keamanan maritim.

"Indonesia harus tegas namun tetap mengedepankan diplomasi, menolak kekerasan, mendorong dialog, dan menjaga kestabilan kawasan. Perdamaian bukan hanya kepentingan Thailand dan Kamboja, tetapi seluruh Asia Tenggara," lanjutnya.

Dave juga mengingatkan rekam jejak Indonesia dalam diplomasi internasional dan menilai ada peluang bagi RI untuk mendorong penyelesaian damai.

"Langkah yang bisa ditempuh antara lain menginisiasi pertemuan darurat ASEAN, melakukan pendekatan bilateral dengan Bangkok dan Phnom Penh untuk membuka ruang mediasi, serta bekerja sama dengan mitra internasional termasuk PBB agar tekanan diplomatik konsisten sehingga konflik segera dihentikan," ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan negaranya akan melanjutkan operasi militer terhadap Kamboja, meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengabarkan kedua negara telah sepakat menghentikan pertempuran melalui panggilan telepon.

"Thailand akan terus melaksanakan aksi militer hingga tidak ada lagi ancaman terhadap tanah air dan rakyat kami," tulis PM Anutin dalam unggahan di Facebook, dikutip AFP, Sabtu (13/12/2025).

Pernyataan ini muncul setelah pemerintah Kamboja melaporkan bahwa Thailand masih mengebom wilayahnya pada Sabtu (13/12), beberapa jam setelah panggilan telepon antara Trump dengan pemimpin kedua negara yang dikabarkan menyepakati penghentian pertempuran.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update