Notification

×

Iklan

Abrasi Batang Pakau Mengancam, Bupati Pasaman Turun Tangan

Kamis, 11 Desember 2025 | 21:33 WIB Last Updated 2025-12-11T14:43:18Z

Bupati Pasaman, Welly Suhery kerahkan alat berat.

Lubuk Sikaping, Rakyatterkini.com – Ancaman abrasi di aliran Sungai Batang Pakau, Nagari Durian Tinggi, Lubuk Sikaping, semakin mengkhawatirkan. Erosi yang terus terjadi membuat tebing sungai kian terkikis, lahan warga terancam hilang, dan badan jalan utama yang menjadi akses penting masyarakat mulai rusak. 

Situasi ini diperburuk oleh tingginya curah hujan beberapa waktu terakhir, yang menyebabkan debit air meningkat dan arus sungai menghantam tebing dengan lebih kuat.

Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Pasaman, Welly Suhery bergerak cepat. Sejak Kamis pagi (11/12/2024), ia langsung turun ke lapangan untuk mengawal penurunan alat berat guna melakukan pengerukan dan normalisasi di titik abrasi yang paling parah.

“Arus sungai sudah menggerus tebing dan alirannya mulai bergeser. Ini sangat berbahaya bagi warga. Karena itu, kita segera menurunkan alat berat untuk penanganan awal,” ujar Bupati Welly saat meninjau lokasi.

Ia menyebutkan, tanpa tindakan cepat, sedikitnya 150 Kepala Keluarga (KK) berada dalam situasi rawan karena aliran sungai makin dekat dengan permukiman dan lahan pertanian. Langkah tanggap darurat ini, katanya, perlu dilakukan segera tanpa menunggu proses administratif yang memakan waktu.

Bupati Welly, yang dikenal dekat dengan kegiatan pertanian, menegaskan bahwa aksi cepat tersebut merupakan bentuk kepedulian langsung. Seluruh biaya operasional alat berat bahkan ia tanggung pribadi agar tidak membebani APBD.

Sehari sebelumnya, Rabu (10/12/2024), ia telah meninjau lokasi abrasi yang juga menggerus bahu jalan. Respons tangkas tersebut mendapat sambutan baik dari warga dan pemerintah nagari.

Wali Nagari Durian Tinggi, Hendra Gunawan, menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat berterima kasih atas langkah cepat Pak Bupati. Kehadiran alat berat ini sangat berarti bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Jorong Tampang, Rossy, juga mengungkapkan rasa syukur. “Alhamdulillah, penanganan ini sangat membantu. Setiap kali hujan deras, kami selalu cemas sungai meluap. Abrasi sebelumnya sudah membuat tebing runtuh,” katanya. Ia berharap upaya jangka panjang juga dapat segera diwujudkan.

Untuk penanganan permanen, Pemerintah Kabupaten Pasaman telah mengusulkan peningkatan penguatan tebing sungai melalui dana rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB. Anggaran untuk perbaikan berskala besar tersebut berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.

Kabid Kedaruratan BPBD Pasaman, Ria Desrianti, yang turut mendampingi Bupati, membenarkan bahwa normalisasi permanen membutuhkan biaya hingga miliaran rupiah. Ia mengapresiasi langkah cepat dan pendanaan pribadi dari Bupati Welly.

“Dengan keterbatasan anggaran daerah, inisiatif ini menjadi harapan baru bagi warga yang hidup dalam ancaman abrasi. Seluruh biaya awal ditanggung langsung oleh Pak Bupati,” jelasnya.

Masyarakat berharap penanganan jangka panjang segera direalisasikan agar Sungai Batang Pakau tidak lagi menjadi ancaman bagi keselamatan mereka. Untuk saat ini, aksi cepat pemerintah daerah menjadi penopang utama yang meringankan kecemasan warga. (St.M)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update