Notification

×

Iklan

UNAND Perkuat Hilirisasi Riset Demi Dampak Ekonomi

Senin, 03 November 2025 | 09:45 WIB Last Updated 2025-11-03T02:45:00Z

UNAND Gelar Workshop Hilirisasi Riset

Padang, Rakyatterkini.com — Universitas Andalas (UNAND) semakin menegaskan perannya sebagai institusi penggerak inovasi nasional dengan memperkuat hilirisasi hasil riset agar berdampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut tampak dalam pelaksanaan Workshop Pendapatan Kerja Sama yang difokuskan pada strategi peningkatan kapasitas kampus dalam mengelola potensi pendapatan dari kolaborasi riset serta kemitraan dengan sektor industri, pemerintah, dan mitra internasional.

Workshop yang berlangsung Jumat (31/10/2025) itu menghadirkan Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset UNAND, Muhammad Makky, sebagai pembicara utama. Diskusi dipandu oleh Arif Ravi Wibowo, S.P., M.Si., dan melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi hingga kalangan industri.

Dalam pemaparannya, Makky menekankan bahwa hilirisasi riset menjadi faktor kunci bagi perguruan tinggi untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Menurutnya, inovasi bukan hanya soal kualitas penelitian, tetapi juga membutuhkan kolaborasi kuat antara akademisi, pelaku usaha, pemerintah, masyarakat, dan media — sebuah pendekatan yang dikenal sebagai konsep ABGCM.

“Keberhasilan hilirisasi tidak hanya dilihat dari kualitas riset, tetapi sejauh mana kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” tuturnya.

UNAND telah membuktikan keberhasilan hilirisasi riset melalui inovasi tinta pemilu berbahan tanaman gambir, yang kini digunakan secara nasional. Produk hasil sinergi universitas dan industri itu menjadi contoh nyata kontribusi akademik bagi ekonomi dan masyarakat.

Diskusi berjalan interaktif, membahas berbagai topik penting mulai dari manajemen Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pendanaan hilirisasi, penguatan pusat studi, hingga strategi membangun jejaring dengan industri dan alumni.

Dr. Makky menjelaskan bahwa pengelolaan HKI di UNAND berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), sementara Direktorat Kerja Sama dan Hilirisasi Riset fokus mendorong komersialisasi inovasi agar segera memberi manfaat luas.

Ia menerangkan bahwa UNAND menerapkan tiga skema pendanaan hilirisasi, yaitu kompetisi terbuka, penugasan langsung, dan condiment, menyesuaikan kebutuhan dan potensi industri. Model ini memberi fleksibilitas bagi peneliti untuk mempercepat komersialisasi inovasi kampus.

Wakil Rektor IV UNAND, Prof. Henmaidi, menilai workshop ini sebagai langkah penting memperkuat kapasitas institusi dalam mendorong riset terapan sekaligus meningkatkan pendapatan kampus. “Hilirisasi bukan semata komersialisasi, melainkan membangun ekosistem berkelanjutan agar riset memberikan manfaat sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif yang dijalankan UNAND menjadi strategi kunci untuk memastikan kemitraan yang dibangun berdampak langsung pada pengembangan universitas dan masyarakat.

Selain mendorong komersialisasi riset, UNAND juga menyiapkan langkah konkret memperluas pasar inovasi melalui pameran nasional, inventor camp, hingga pengembangan startup berbasis riset. Dr. Makky menyampaikan bahwa langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan universitas, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi daerah, seperti naiknya nilai tambah komoditas gambir setelah riset tinta pemilu berhasil dipasarkan.

Workshop tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat ekosistem hilirisasi di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, UNAND meneguhkan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi strategis, meningkatkan daya saing inovasi, dan menegaskan posisinya sebagai universitas unggul dalam tata kelola kerja sama dan hilirisasi riset di Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update