Notification

×

Iklan

Gaza Catat 194 Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel

Senin, 03 November 2025 | 10:15 WIB Last Updated 2025-11-03T03:15:00Z

Tentara Israel melakukan 194 kali pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di Gaza

Jakarta, Rakyatterkini.com – Otoritas di Gaza melaporkan bahwa militer Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata sebanyak 194 kali sejak perjanjian itu diberlakukan pada 10 Oktober lalu. Data tersebut disampaikan Kantor Media Pemerintah Gaza pada Minggu (2/11/2025).

Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail Al Thawabteh, menjelaskan bahwa pelanggaran itu meliputi serangan di luar zona yang telah ditetapkan, penghadangan bantuan medis dan tenda, serangan terhadap kendaraan, serta insiden penembakan dan aksi kekerasan lainnya.

"Hingga kini, pasukan pendudukan telah mencatatkan 194 pelanggaran terhadap warga Palestina sejak gencatan senjata dimulai. Padahal, perjanjian ini diharapkan bisa membawa sedikit kelegaan," ujar Thawabteh dalam pernyataannya yang dikutip Anadolu, Senin (3/11/2025).

Thawabteh mengungkapkan, tentara Israel berulang kali melintasi garis kuning—wilayah yang seharusnya menjadi batas penarikan pasukan—dan memasuki area permukiman dengan kendaraan militer, melakukan serangan udara, hingga merobohkan bangunan. Aksi-aksi ini, katanya, kembali menelan korban jiwa dari warga sipil.

Garis kuning tersebut merupakan batas non-fisik yang membagi Jalur Gaza menjadi dua wilayah, dari selatan Kota Gaza hingga utara Khan Younis, sesuai kesepakatan gencatan senjata. Ia juga mengingatkan warga untuk menjauhi garis tersebut demi menghindari risiko ditembak tanpa peringatan.

Selain itu, Israel disebut masih membatasi akses bantuan kemanusiaan serta belum sepenuhnya membuka kembali perbatasan Rafah dengan Mesir untuk evakuasi medis pasien kritis. Sejak menguasai pintu perbatasan pada Mei 2024 setelah menghancurkan fasilitas di sana, Israel tidak lagi mengizinkan warga Palestina melewati jalur tersebut.

Thawabteh menuduh Israel sengaja memperburuk situasi kemanusiaan, salah satunya dengan menahan lebih dari 6.000 truk bantuan di wilayah Mesir. Dari total 13.200 truk bantuan yang semestinya masuk sejak 10 Oktober hingga akhir bulan, hanya 3.203 truk yang diperbolehkan melintas.

Ia juga menyoroti bahwa protokol gencatan senjata sebenarnya mengatur masuknya ratusan alat berat untuk evakuasi jenazah, serta pengiriman lebih dari 300.000 tenda dan rumah mobil untuk para pengungsi. Namun hingga kini, sebagian besar ketentuan tersebut belum dijalankan sehingga sekitar 288.000 keluarga masih tinggal di ruang terbuka.

“Sejauh ini hanya sejumlah kecil peralatan yang diizinkan masuk, itupun digunakan untuk mencari jenazah warga Israel,” jelasnya.

Kantor media Gaza memperkirakan sekitar 9.500 warga Palestina masih hilang, baik tertimbun reruntuhan maupun belum diketahui keberadaannya. Sementara itu, pemerintah Gaza mencatat bahwa sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut telah hancur, dengan kerugian awal diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update