Padang, Rakyatterkini.com– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menegaskan bahwa ketersediaan air bersih, energi, dan konektivitas menjadi pilar utama untuk membangun desa atau nagari yang mandiri dan berkualitas.
“Pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih harus menjadi fokus utama,” ujar Mahyeldi dalam Rapat Koordinasi Data Indeks Desa Provinsi Sumbar Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Padang, Rabu.
Mahyeldi menekankan pentingnya air bersih bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya mencegah stunting. “Gizi bagus tidak cukup jika air yang dikonsumsi tidak layak. Penyediaan air minum yang sehat adalah keharusan,” tambahnya.
Sumbar, kata Mahyeldi, memiliki potensi sumber air yang melimpah karena berada di kawasan Bukit Barisan. Pemanfaatan sumber daya ini dilakukan melalui koordinasi antarinstansi, termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, dan Balai Sungai, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya konektivitas antarwilayah untuk mendukung kemandirian desa. Pemerintah terus berupaya agar tidak ada desa yang terisolasi akibat infrastruktur jalan dan transportasi yang kurang memadai.
Penyediaan energi murah juga menjadi perhatian, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai yang masih bergantung pada bahan bakar minyak. “Kami tengah menjajaki kerja sama dengan pakar dari Jepang untuk memanfaatkan panas laut sebagai sumber energi terjangkau di Mentawai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, melaporkan bahwa jumlah desa mandiri di Sumbar meningkat menjadi 489 pada 2025, dibandingkan 368 desa sebelumnya. “Meski desa tertinggal bertambah sedikit dari 10 menjadi 12, tidak ada lagi desa yang sangat tertinggal. Ini capaian yang patut disyukuri,” katanya.(da*)


