Notification

×

Iklan

Siklon Tropis FINA Picu Gelombang Tinggi di Laut Arafuru

Kamis, 20 November 2025 | 15:44 WIB Last Updated 2025-11-20T08:44:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 20–23 November 2025.

Menurut BMKG, peningkatan gelombang ini dipicu oleh Siklon Tropis FINA 97S yang berada di Laut Arafuru (9,3° LS, 132,1° BT), sehingga mempercepat kecepatan angin dan meningkatkan tinggi gelombang di sekitar wilayah terdampak.

Pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya bergerak dari barat laut ke timur laut dengan kecepatan 4–25 knot, sedangkan di wilayah selatan bergerak dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 6–30 knot. Kecepatan angin tertinggi tercatat di Laut Arafuru bagian barat dan tengah.

BMKG memperkirakan gelombang dengan tinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa lokasi, antara lain: Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, serta Laut Sulawesi bagian timur, Laut Seram, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat, dan beberapa wilayah lainnya.

Sementara itu, gelombang sangat tinggi dengan ketinggian 2,5–4 meter kemungkinan muncul di Laut Natuna Utara serta Laut Arafuru bagian tengah dan barat.

BMKG mengingatkan risiko keselamatan pelayaran akibat kondisi ini, terutama bagi nelayan dan pengguna kapal berbagai ukuran. Rincian potensi bahaya adalah sebagai berikut:

Perahu nelayan: berisiko saat angin di atas 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang: berisiko saat angin di atas 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter.

Kapal ferry: berisiko saat angin di atas 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter.

Kapal besar (kargo/pesiar): berisiko saat angin di atas 27 knot dan gelombang di atas 4 meter.

“Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir area rawan gelombang tinggi diimbau untuk selalu waspada dan memperhatikan kondisi cuaca,” tegas BMKG.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update