Jakarta, Rakyatterkini.com – Seorang turis muda asal China, Deqing Zhuoga, ditemukan meninggal dunia di sebuah hostel murah di Bali. Diduga kematian terjadi akibat keracunan kutu busuk.
Menurut laporan New York Post, sebanyak 10 turis lain sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala serupa. Sebelum jatuh sakit, korban dilaporkan mengalami muntah hebat disertai demam dan menggigil.
Pada kasus Zhuoga, setelah menunjukkan gejala serius, dia ditemukan tidak sadarkan diri di tempat tidurnya dan dinyatakan meninggal pada 2 September 2025. Daily Mail menyebutkan, korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang, hanya mengenakan kemeja biru yang tidak dikancing.
Salah satu teman sekamarnya, Leila Li, dirawat di rumah sakit selama lima hari. Li baru mengetahui kematian sahabatnya setelah diperbolehkan pulang.
“Dia sangat lemah, tak mampu bergerak atau meminta bantuan, terbaring di tempat tidur sambil muntah, sementara tamu lain berupaya mencari pertolongan,” ujar Li kepada Daily Mail, dikutip Kamis (20/11/2025).
Li menambahkan, “Saya berhasil meminta bantuan dan dibawa ke klinik tiga kali sebelum akhirnya ambulans datang ke rumah sakit. Saat itu saya mengirim pesan ke Zhouga, tapi hingga kini tidak ada jawaban.”
Selain Zhuoga dan Li, korban lain yang mengalami keracunan antara lain Melanie Irene dan Alisa Kokonozi asal Jerman, wisatawan Arab Saudi Alahmadi Yousef Mohammed, tamu Filipina Cana Clifford Jay, serta turis China lainnya, Leslie Zhoa.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa kondisi hostel. Hingga saat ini, penyebab resmi kematian dilaporkan sebagai gastroenteritis akut dan syok hipovolemik, namun sumber keracunan belum dipastikan.
Li menambahkan, malam sebelum insiden, kamar di sebelahnya sempat dikarantina dan dibersihkan dari kutu busuk. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa para turis mungkin terkena paparan pestisida pengendali kutu.(da*)


