Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Rumania mengevakuasi warganya setelah sebuah drone militer Rusia menghantam kapal tanker LPG milik Turki di Pelabuhan Izmail, Ukraina, Senin. Serangan ini memicu ancaman ledakan besar karena kapal membawa muatan gas dalam jumlah besar.
Kapal tanker yang menjadi target serangan itu bernama ORINDA, sebagaimana dilaporkan publikasi pelayaran Turki, Deniz Haber. Seluruh 16 awak kapal berhasil dievakuasi dan dilaporkan dalam kondisi selamat.
Dalam pernyataan kepada Newsweek pada Selasa (18/11/2025), Kementerian Pertahanan Rumania menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Rusia yang menyasar fasilitas sipil dan infrastruktur penting Ukraina.
Wilayah Tulcea, yang berbatasan langsung dengan Ukraina dan hanya dipisahkan Sungai Donau dari Pelabuhan Izmail, menjadi daerah yang paling terdampak potensi risiko. Rumania juga telah beberapa kali menyuarakan kekhawatirannya setelah drone maupun serpihan perangkat militer jatuh di wilayah mereka dalam beberapa insiden sebelumnya.
Situasi ini kembali memunculkan kekhawatiran bahwa eskalasi perang Rusia–Ukraina dapat melebar ke negara-negara Eropa lain dan berpotensi menyeret NATO untuk merespons di bawah ketentuan Pasal 5 mengenai pertahanan kolektif.
Pihak berwenang Rumania menyebut 15 warga Desa Plauru terpaksa dievakuasi pada Senin, setelah kapal Turki yang membawa LPG terbakar di Sungai Donau. Evakuasi dilakukan karena lokasi kapal sangat dekat dengan wilayah Rumania dan jenis muatannya berisiko tinggi. Warga kini dilaporkan aman dan ditempatkan sementara di Desa Ceatalchioi.
Kementerian Pertahanan Rumania menjelaskan bahwa serangan tersebut terdeteksi radar pada sekitar pukul 02.30 dini hari, namun tidak ada pelanggaran wilayah udara nasional. Pasukan pertahanan tetap dikerahkan untuk menyisir area yang berpotensi terdampak, sementara negara-negara sekutu juga telah menerima laporan terbaru mengenai situasi di perbatasan Ukraina.
“Pasukan Rusia menyerang wilayah Ukraina yang berada tepat di sepanjang perbatasan sungai dengan Rumania pada Minggu malam hingga Senin pagi,” tulis kementerian. “Kami mengutuk keras serangan terhadap sasaran sipil dan infrastruktur Ukraina yang jelas melanggar hukum internasional.”
Rekaman video di media sosial memperlihatkan kobaran api besar dan asap tebal dari kapal tanker Turki yang membawa hingga 4.000 ton LPG. Inspektorat Delta Rumania untuk Situasi Darurat mengatakan evakuasi dilakukan secara preventif untuk memastikan keselamatan warga dan hewan ternak di sekitar lokasi hingga situasi benar-benar aman.
Sementara itu, Otoritas Pelabuhan Laut Ukraina dalam pernyataan melalui Telegram menegaskan bahwa drone Rusia kembali menargetkan Pelabuhan Izmail, merusak infrastruktur serta sejumlah kapal sipil. Layanan Darurat Negara Ukraina dan aparat penegak hukum telah berada di lokasi untuk menangani dampak serangan.
Puluhan serangan terhadap kapal di pelabuhan Ukraina tercatat sepanjang tahun ini. Di Pelabuhan Izmail sendiri, serangan serupa terjadi pada 21 Oktober dan 3 November. Antara Januari hingga September, wilayah Odessa mengalami 11 serangan yang merusak 13 kapal sipil dan satu kapal Angkatan Laut, menurut Ukrainska Pravda.
Akun City of Courage melalui X menuliskan, “Semalam Rusia menyerang Izmail. Sebuah kapal tanker LNG menjadi sasaran, risikonya sangat tinggi. Apa lagi yang dibutuhkan agar NATO akhirnya menutup langit Ukraina?”
Mantan penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko, juga menegaskan melalui X bahwa ancaman ledakan memaksa warga dievakuasi. “Rusia adalah bahaya nyata bagi Eropa,” tulisnya.
Insiden terbaru ini diperkirakan kembali memicu kekhawatiran akan bahaya drone Rusia yang menyerang area dekat perbatasan negara-negara NATO.(da*)


