Notification

×

Iklan

Sekda Agam Pantau Banjir di Tiku V Jorong

Sabtu, 29 November 2025 | 06:15 WIB Last Updated 2025-11-28T23:15:00Z

Kecamatan dan Relawan Gunakan Boat untuk Evakuasi Warga Terisolasi

Tanjung Mutiara, Rakyatterkini.com– Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd. Lutfi, melakukan pemantauan langsung ke lokasi terdampak banjir di Nagari Tiku V Jorong, Kamis (27/11).

Dalam kunjungannya, Lutfi mengimbau seluruh personel TNI-Polri, Basarnas, BPBD, serta pihak terkait lainnya untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia sembari menunggu bantuan tambahan.

“Selagi menunggu bantuan datang, mari kita gunakan seoptimal mungkin semua peralatan dan potensi yang kita miliki saat ini,” ujarnya di lokasi.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat delapan titik evakuasi yang telah dioperasikan di Tiku V Jorong. Pemerintah kabupaten, kecamatan, dan nagari bekerja sama untuk menanggulangi bencana dengan fokus pada evakuasi warga, distribusi logistik, dan membuka akses bagi masyarakat yang masih terisolasi.

“Kami berharap semua warga terdampak bisa mendapat pelayanan maksimal, baik dari sisi keselamatan maupun kebutuhan dasar lainnya,” tambah Lutfi.

Sekda Agam menekankan bahwa penanganan bencana harus melibatkan seluruh pihak. “Penanggulangan ini tidak bisa dilakukan sendirian. Mari kita bersinergi — Pemkab Agam, TNI-Polri, PMI, Basarnas, kecamatan, nagari, dan seluruh stakeholder — untuk menyatukan tenaga, pikiran, dan strategi dalam menangani bencana ini,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Tanjung Mutiara, Edo Aipa Pratama, menyampaikan bahwa lima jorong di Nagari Tiku V Jorong terdampak banjir. Terdapat delapan titik kritis, meliputi dua jembatan yang ambruk dan enam ruas jalan yang terendam air setinggi 2,5–3 meter. Beberapa titik bahkan tidak dapat dijangkau jalur darat.

“Kami sudah mengakses beberapa lokasi menggunakan boat milik Basarnas, PMI, dan TNI-Polri,” jelas Edo.

Diperkirakan sekitar 8.000 jiwa terdampak, sebagian besar terisolasi, terutama di Jorong Masang Timur yang dihuni sekitar 1.500–2.000 jiwa. Keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam pendistribusian logistik dan proses evakuasi.

“Kami sudah mengajukan penambahan armada. Jika armada mencukupi, kami akan segera menyalurkan bantuan sembako dan membuka dapur umum di Jorong Masang Timur. Kami juga telah berkoordinasi dengan Nyiak Jorong untuk menyiapkan relawan,” ujar Edo.

Saat ini, satu unit boat beroperasi bolak-balik mengevakuasi warga dari Jorong Labuhan menuju Masjid dan gedung TPA/MDA Al-Hidayah di Jorong Masang Timur yang berjarak sekitar 10 kilometer. Pemerintah kecamatan berupaya membuka dapur umum dan shelter sementara di lokasi tersebut.

Meski demikian, keterbatasan armada membuat distribusi bantuan berjalan lambat. “Boat yang ada saat ini digunakan untuk evakuasi dan distribusi bantuan, sehingga prosesnya belum bisa cepat,” ungkap Edo.

Pemerintah setempat terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan bencana dan memastikan kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update