Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha akan pentingnya energi bersih.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyebut bahwa peningkatan terbesar terjadi pada sektor industri, gudang, pusat perbelanjaan, dan area parkir. Banyak perusahaan kini mulai mengadopsi PLTS Atap untuk mendukung kebutuhan energi mereka.
"Permintaan sangat tinggi. Industri-industri kini ingin semua gudangnya dilengkapi PLTS, begitu juga area parkir dan fasilitas lainnya," ujar Eniya dalam program Prabowonomics CNBC Indonesia, Senin (3/11/2025).
Eniya menambahkan, pemerintah optimistis kapasitas terpasang PLTS Atap akan terus bertambah. Target pemerintah adalah mencapai kapasitas 2 gigawatt (GW) hingga tahun 2028.
"Kami baru saja meresmikan PLTS Atap di atas gedung tinggi dan pusat perbelanjaan di Jakarta. Minat masyarakat sangat luar biasa, dan kami akan terus menambah kuota PLTS Atap," jelasnya.
Sementara itu, PT PLN (Persero) menyoroti tantangan teknis yang muncul akibat pemasangan PLTS Atap. Direktur Utama PT PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menyatakan bahwa jika seluruh PLTS Atap terpasang secara bersamaan, kapasitas trafo bisa kewalahan sehingga berpotensi menimbulkan pemadaman listrik.
"Kalau semua PLTS Atap dipasang sekaligus, ada kemungkinan trafo kami tidak kuat, yang malah bisa menyebabkan pemadaman," kata Chairani dalam webinar Meneropong Pencapaian ESG di Tengah HUT RI ke-80, Kamis (25/9/2025).
Meski begitu, PLN terus memperkuat infrastruktur transmisi dan distribusi agar PLTS Atap dapat lebih luas dimanfaatkan dalam sistem kelistrikan. Chairani menambahkan bahwa meskipun pelanggan yang memasang PLTS Atap tidak menambah konsumsi listrik, langkah ini tetap didukung PLN karena sejalan dengan upaya energi hijau.
"PLTS Atap membuat pelanggan bisa lebih ramah lingkungan, meski daya yang digunakan justru berkurang dari PLN. Kami tetap mendukung inisiatif ini," tuturnya.(da*)


