Padang, Rakyatterkini.com – Momen wisuda selalu menjadi peristiwa yang sarat kebahagiaan bagi para lulusan Universitas Bung Hatta. Namun, suasana hari kedua Wisuda ke-84 yang digelar pada Minggu (9/11/2025) di Bung Hatta Convention Hall, Kampus I Ulak Karang, terasa lebih berkesan dengan hadirnya kisah inspiratif sepasang suami istri yang berhasil menamatkan studi Magister Hukum dan diwisuda bersamaan.
Pasangan tersebut adalah dr. Iwan Setiawan dan dr. Maida Rahayu Widarsih, Keduanya mengaku sangat bersyukur dapat menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta dan menerima ijazah dalam satu prosesi yang sama.
“Bisa diwisuda bersama istri merupakan kebahagiaan yang luar biasa. Ini adalah target yang kami rencanakan sejak awal. Kami saling mendukung dan memotivasi agar bisa lulus bersamaan,” ungkap dr. Iwan seusai prosesi wisuda.
Dalam penyusunan tesisnya, Iwan meneliti penegakan hukum dalam pengawasan dekstrometorfan oleh Loka POM pada anak di Kabupaten Dharmasraya, dibimbing oleh Febrianda, dan Sanidjar Pebrihariati.
Sementara sang istri, Maida, menulis tesis berjudul penegakan hukum terhadap kesehatan mental kelayan Panti Sosial Karya Wanita Anam Dewi di Kabupaten Solok, dengan bimbingan, Uning Pratimaratri, serta Sanidjar Pebrihariati.
Maida mengaku, momen wisuda kali ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi keluarganya. “Tidak semua pasangan mendapat kesempatan seperti ini. Mengenakan toga bersama pasangan hidup adalah pengalaman yang amat berharga,” ujarnya penuh haru.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, Sanidjar Pebrihariati, yang juga menjadi pembimbing keduanya, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut.
“Mereka menunjukkan semangat dan ketekunan luar biasa selama menempuh studi. Respons mereka terhadap bimbingan sangat baik hingga berhasil lulus bersamaan dengan hasil yang memuaskan,” tuturnya.
Pada hari kedua wisuda ke-84 tersebut, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Diana Kartika, melantik 400 wisudawan, terdiri dari 71 lulusan Fakultas Hukum, 187 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 36 dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), serta 106 dari Fakultas Teknologi Industri.
Dalam sambutannya, Prof. Diana menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan menyebut bahwa 31 lulusan telah memperoleh sertifikasi kompetensi. “Kami bangga karena para lulusan Universitas Bung Hatta terus menunjukkan kualitas terbaik dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Nizwardi Jalinus, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal perjuangan yang sesungguhnya. “Gelar akademik hanyalah modal awal. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana mengaplikasikan ilmu di dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah X, Rahmi., menilai Universitas Bung Hatta telah berhasil bertransformasi menjadi kampus yang adaptif dan modern melalui penguatan digitalisasi dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat. Ia berharap para lulusan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Nilai sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan, tetapi dari sejauh mana mereka mampu memberi dampak positif bagi lingkungan,” tuturnya.
Wisuda ke-84 Universitas Bung Hatta pun ditutup dalam suasana penuh kebanggaan dan haru. Kisah dr. Iwan Setiawan dan dr. Maida Rahayu Widarsih menjadi simbol bahwa semangat belajar, dukungan keluarga, dan komitmen bersama dapat membawa pasangan menuju puncak prestasi yang membahagiakan.(da*)


