Notification

×

Iklan

Maigus Nasir Bagikan Ilmu Kepemimpinan kepada Mahasiswa UBH

Senin, 24 November 2025 | 16:13 WIB Last Updated 2025-11-24T09:13:00Z

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat menjadi pemateri dalam LKMM-TD Bung Hatta.

Padang, Rakyatterkini.com – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, membagikan pandangan dan pengalamannya tentang kepemimpinan di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Bung Hatta. Ia menegaskan bahwa inti dari kepemimpinan sejati bukan terletak pada jabatan, melainkan pada kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya.

Pesan tersebut ia sampaikan saat menjadi pemateri utama dalam Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) yang digelar BEM Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Bung Hatta di Convention Hall Kampus I Proklamator, Sabtu (22/11/2025).

Membawakan materi bertema Leadership dan Team Work, Maigus membuka sesi dengan mengutip nilai spiritual tentang tanggung jawab seorang pemimpin.

“Sebagaimana disebutkan dalam hadis, setiap manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tantangan terbesar justru bersumber dari diri sendiri, sebab keberhasilan seseorang di luar sangat ditentukan oleh kemampuannya menata diri.

“Pemimpin terdekat dengan kita adalah diri kita sendiri. Setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai tanggung jawab. Kesuksesan datang kepada mereka yang mampu memimpin dirinya,” lanjutnya.

Maigus kemudian menguraikan berbagai aspek teknis kepemimpinan, mulai dari kemampuan manajerial hingga komunikasi yang efektif. Menurutnya, pemimpin harus mampu menerjemahkan visi menjadi tindakan nyata yang mudah dipahami seluruh anggota tim.

“Pemimpin adalah sosok yang mampu menata, mengarahkan, dan mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Ia perlu membangun kolaborasi, sinergi, serta mampu menyampaikan tujuan dengan jelas agar seluruh tim bergerak sejalan,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak mungkin berjalan sendiri. Kecerdasan emosional sangat diperlukan agar pemimpin tidak terjebak dalam sifat egois dan merasa serba bisa.

“Pemimpin bukan manusia super. Ia tetap membutuhkan orang lain. Karena itu, ia harus belajar mendengar, memahami, dan menyampaikan pesan dengan baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maigus turut menggambarkan dinamika tata kelola di Pemerintah Kota Padang yang memiliki 52 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Evaluasi rutin, menurutnya, penting untuk menjaga ritme kerja dan kekompakan birokrasi.

“Setiap bulan kami menggelar rapat koordinasi. Kami ingin memastikan Kota Padang tetap kompak, solid, dan bergerak dalam satu tujuan demi kemajuan kota,” ujarnya.

Menutup penyampaian materinya, Maigus mengajak mahasiswa untuk tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi.

“Kepemimpinan kolaboratif membutuhkan partisipasi banyak pihak, termasuk perguruan tinggi. Generasi muda memiliki peran besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Padang,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update