Notification

×

Iklan

BMKG Tetapkan 14 Daerah di Sumbar Siaga Banjir dan Longsor

Senin, 24 November 2025 | 16:34 WIB Last Updated 2025-11-24T09:34:00Z

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini gawat darurat hidrometeorologi

Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini gawat darurat hidrometeorologi yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau untuk periode 21–27 November 2025.

Peringatan tersebut muncul setelah BMKG mencatat penguatan dinamika atmosfer yang berpotensi memicu hujan lebat, banjir, serta tanah longsor di berbagai wilayah Sumbar.

Mahyeldi menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah hingga ke tingkat nagari untuk bersiaga penuh, sekaligus mengajak masyarakat saling menjaga dan membantu menghadapi cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor. Keselamatan adalah yang utama. Mari saling mengingatkan dan menjaga,” ujar Mahyeldi di Padang, Minggu (23/11/2025).

Dalam rilis resminya, BMKG menjelaskan bahwa meningkatnya risiko hidrometeorologi dipicu sejumlah faktor, termasuk penguatan Monsun Asia yang menyebabkan dominasi angin baratan sehingga membawa uap air dari Samudra Hindia menuju Sumbar.

Massa udara lembap tersebut kemudian bertemu dengan topografi Pegunungan Bukit Barisan, memicu pembentukan awan hujan melalui mekanisme orographic lifting. Selain itu, fenomena IOD negatif serta aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif, terutama di wilayah pesisir barat dan daerah perbukitan.

Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, petir, hingga jalan licin di sejumlah wilayah Sumbar.

BMKG menempatkan 14 kabupaten/kota dalam status siaga, meliputi Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, Limapuluh Kota, serta daerah lain yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Menanggapi situasi ini, Gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota melalui BPBD untuk memperkuat kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang masuk status siaga penuh.

“Saya meminta BPBD provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan pemantauan, memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur evakuasi. Kita harus bergerak cepat dan tepat demi melindungi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan, seperti lereng bukit, bantaran sungai, dan kawasan rentan longsor, agar lebih waspada. Warga diminta menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting serta memahami jalur evakuasi setempat.

“Masyarakat harus aktif memantau informasi dari sumber resmi seperti BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya,” tutup Mahyeldi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update