Notification

×

Iklan

Mahyeldi Buka Kelas Pemuda Antikorupsi 2025 di Padang

Jumat, 07 November 2025 | 01:03 WIB Last Updated 2025-11-06T18:03:00Z

Gubernur Mahyeldi beri sambutan saat acara KPK di Asrama Haji.

Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka kegiatan Kelas Pemuda Antikorupsi 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Studio Hasnawi Karim, Asrama Haji Padang, pada Rabu (5/11/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah Daerah yang Berintegritas dengan Pelibatan Peran Serta Pemuda Antikorupsi.”

Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut di Sumatera Barat. Ia menilai, program ini menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

“Kami sangat senang Sumatera Barat dipercaya menjadi tuan rumah Kelas Pemuda Antikorupsi. Para peserta adalah calon pemimpin masa depan, bahkan calon gubernur masa depan,” ujar Mahyeldi disambut tepuk tangan peserta.

Ia menambahkan, semangat antikorupsi yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan pembangunan yang berkualitas.

“Sering kali pembangunan tidak maksimal karena adanya praktik korupsi. Maka dari itu, memahami dan menolak korupsi sejak dini adalah kunci,” tegasnya.

Mahyeldi juga mendorong peserta agar tidak hanya memahami materi antikorupsi, tetapi turut menularkan semangat integritas di lingkungan masing-masing.

“Setelah ini, kalian harus menjadi agen perubahan—menyebarkan nilai-nilai kejujuran dan ikut mengurangi perilaku koruptif di masyarakat. Jika itu dilakukan, pembangunan akan berjalan lebih cepat dan hasilnya lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti 50 peserta terbaik dari total 1.026 pendaftar se-Sumatera Barat. Para peserta yang terpilih akan berkesempatan mewakili daerah dalam Bootcamp Antikorupsi Nasional Sinergi Integritas Muda Indonesia.

Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Dion H. Sumarto, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPK memperkuat gerakan antikorupsi melalui pendidikan dan pelibatan aktif masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

“Pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penindakan. Diperlukan pendidikan nilai dan pembentukan budaya integritas. Pemuda adalah agen perubahan sekaligus penjaga moral bangsa menuju Indonesia yang bebas dari korupsi,” ujar Dion.

Ia menambahkan, Sumatera Barat memiliki modal sosial dan nilai-nilai luhur yang kuat dalam membangun integritas, terutama melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

“Falsafah itu merupakan kekuatan moral yang harus terus dihidupkan sebagai dasar dalam melawan korupsi di segala bidang kehidupan,” katanya.

Melalui Kelas Pemuda Antikorupsi, KPK berharap generasi muda Sumatera Barat dapat memperluas wawasan, membangun jejaring, dan memperkuat semangat perubahan menuju Indonesia yang bersih, berintegritas, dan bebas dari korupsi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update