Notification

×

Iklan

Tani Digital Dorong Transformasi Pertanian Nasional

Jumat, 07 November 2025 | 01:33 WIB Last Updated 2025-11-06T18:33:00Z

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam kegiatan Panen Tani Digital 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Dunia pertanian Indonesia kini tengah melangkah ke babak baru yang tak lagi semata bergantung pada tenaga manusia dan luas lahan, melainkan juga pada kekuatan teknologi, data, serta inovasi digital untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) turut berperan dalam transformasi ini melalui program Tani Digital, yang bertujuan menjadikan sektor pertanian lebih efisien sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lewat penerapan teknologi Internet of Things (IoT).

“Teknologi baru itu tidak boleh hanya jadi wacana, tetapi harus memberi dampak nyata. IoT dan kecerdasan artifisial (AI) adalah dua teknologi penting yang dapat meningkatkan produktivitas masyarakat,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menghadiri kegiatan Panen Tani Digital di Kabupaten Sragen, Rabu (5/11/2025).

Salah satu perangkat unggulan dalam program ini adalah IoT Smart Precision Agriculture System, hasil inovasi anak bangsa yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen, menekan biaya operasional, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Dari hasil uji coba, produktivitas pertanian meningkat, sementara penggunaan pupuk berkurang hingga 50 persen. Selain itu, emisi karbon dan pencemaran air akibat penggunaan pupuk berlebih juga berhasil ditekan,” jelas Meutya.

Program Tani Digital merupakan hasil kolaborasi antara Kemkomdigi, Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Sragen, serta berbagai startup dan mitra teknologi dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis data.

“Para pengembang teknologi ini adalah anak-anak muda dari startup lokal. Jika kita ingin kedaulatan pangan, maka teknologi yang digunakan pun harus berdaulat. Mereka sudah membuktikan bahwa inovasi lokal mampu memberikan solusi nyata,” tegas Meutya.

Program ini juga sejalan dengan agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana disampaikan dalam KTT APEC 2025 di Korea Selatan, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modern seperti IoT dan AI untuk mencapai swasembada pangan.

“Kami ingin agar teknologi ini dimanfaatkan dalam sektor-sektor yang menjadi prioritas Presiden,” tambah Meutya.

Salah satu petani Sragen, Tri Widodo, turut membagikan pengalamannya setelah menggunakan perangkat digital pertanian. Ia mengaku mampu menghemat penggunaan pupuk hingga 40 persen.

“Sebelum memakai alat digital Jinawi, saya menggunakan pupuk 1,05 ton per hektare. Sekarang hanya sekitar 650 kilogram,” tutur Tri kepada Meutya.

Selain penghematan, teknologi IoT juga memudahkan petani memantau kondisi lahan secara real time.
“Dengan alat ini, saya bisa mengetahui kesehatan tanah dan kadar zat asamnya,” ujarnya.

Transformasi pertanian lewat Tani Digital menjadi bukti bahwa teknologi bukan hanya milik perkotaan, melainkan juga mitra penting bagi petani di pedesaan. Inovasi yang berpihak pada masyarakat ini menegaskan bahwa ketahanan pangan dapat terwujud melalui sinergi antara kearifan lokal dan kemajuan digital.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update