Notification

×

Iklan

Jusuf Kalla Puji Toleransi Beragama di Papua

Senin, 24 November 2025 | 04:18 WIB Last Updated 2025-11-23T21:18:00Z

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla

Jakarta, Rakyatterkini.com – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menegaskan bahwa masjid memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat beribadah. Ia menuturkan, masjid harus menjadi pusat pemberdayaan dan kemajuan masyarakat, sekaligus memakmurkan dan dimakmurkan oleh jamaahnya.

Pesan itu ia sampaikan saat melantik pengurus wilayah DMI Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan di Jayapura, Minggu. JK mengajak seluruh pengurus masjid untuk mengoptimalkan dua fungsi utama tersebut.

“Masjid boleh megah, tetapi jika masyarakat di sekitarnya belum sejahtera, berarti masjid itu belum benar-benar dimakmurkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Ia menekankan bahwa kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari bangunan yang besar atau ramainya jamaah, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan umat di lingkungan sekitarnya.

Mantan wakil presiden dua periode itu juga menyoroti pentingnya peran masjid sebagai pusat pendidikan dan penguatan ekonomi umat. Ia mengingatkan bahwa dua rukun Islam—zakat dan haji—hanya bisa dilaksanakan oleh orang yang mampu secara finansial.

“Masjid perlu mendorong masyarakat untuk lebih berdaya, baik dalam ekonomi, pendidikan, maupun pemahaman agama,” katanya.

JK kemudian menyinggung sejarah masjid pada masa Rasulullah SAW yang menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, hingga peradilan. Menurutnya, peran tersebut dapat kembali dihidupkan melalui kegiatan sosial, pendidikan anak, pelatihan ekonomi, hingga pemberdayaan usaha dan kerajinan masyarakat.

Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi kuatnya toleransi antarumat beragama di Papua. Ia mencontohkan wilayah Sentani, di mana masjid dan gereja besar berdiri saling berhadapan sebagai simbol kerukunan yang harus terus dipelihara.

Bagi JK, semua rumah ibadah pada dasarnya memiliki tujuan yang sama: membimbing umat menuju kebaikan. Karena itu, ia menegaskan tidak ada ruang bagi kekerasan yang mengatasnamakan agama.

“Tidak ada agama yang membenarkan pembunuhan. Itu bukan jalan menuju surga,” tegasnya.

Ia bahkan mendorong masjid dan gereja untuk menjalankan program-program sosial secara bersama—selama tidak bersinggungan dengan akidah—guna memperkuat pembangunan masyarakat Papua secara lebih menyeluruh.

“Akidah boleh berbeda, tetapi pengabdian kepada masyarakat bisa dilakukan bersama,” ujarnya.

Kepada para pengurus DMI yang baru dilantik, Jusuf Kalla berpesan agar bekerja untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat pendidikan, dan mengembangkan ekonomi jamaah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan kegiatan masjid dengan tetap memperhatikan kenyamanan warga sekitar.

Di akhir sambutan, JK mengingatkan bahwa ibadah perlu sejalan dengan kerja keras, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengabdian.

“Negara tidak akan maju hanya dengan memperbanyak rumah ibadah, tanpa dibarengi ilmu, kerja keras, dan pengabdian,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update