Notification

×

Iklan

Gubernur Papua Minta Maaf atas Tragedi Kematian Ibu Hamil

Minggu, 23 November 2025 | 15:45 WIB Last Updated 2025-11-23T09:16:27Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Seorang wanita hamil, Irene Sokoy, beserta bayi yang dikandungnya meninggal dunia setelah ditolak oleh empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengakui bahwa peristiwa ini terjadi akibat kelalaian jajaran pemerintah di daerah.

Dilaporkan detikSulsel, Minggu (23/11/2025), Irene merupakan warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Jayapura. Kematian Irene dan bayinya terjadi saat perjalanan bolak-balik menuju RSUD Dok II Jayapura pada Senin (17/11) sekitar pukul 05.00 WIT, setelah beberapa rumah sakit menolak untuk menangani kondisi daruratnya.

“Kematian seorang ibu hamil beserta bayinya adalah tragedi yang sangat memilukan. Empat rumah sakit diduga menolak korban,” ungkap Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey. Ia menambahkan, penolakan tersebut meninggalkan rasa duka yang mendalam bagi masyarakat setempat.

Suami almarhum, Neil Kabey, menyatakan kekecewaannya terhadap layanan rumah sakit. Ia menilai tidak adanya dokter saat istrinya membutuhkan pertolongan darurat menjadi faktor utama tragedi ini.

“Kalau saat itu di RSUD Yowari ada dokter, saya yakin istri dan anak saya masih bisa selamat. Mengapa tidak ada dokter pengganti ketika dokter utama tidak ada?” tutur Neil.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan rasa dukacita dan permintaan maaf secara terbuka. Ia menilai kasus ini mencerminkan buruknya pelayanan medis di provinsi tersebut.

“Saya baru memulai tugas, tetapi sudah disuguhi contoh nyata kebobrokan pelayanan kesehatan di Papua. Saya mohon maaf dan sangat berduka atas kejadian ini, yang jelas menunjukkan kelalaian jajaran pemerintah dari tingkat atas hingga bawah,” ujar Fakhiri.

Fakhiri menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memastikan pergantian semua direktur rumah sakit yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua. Ia juga menyoroti banyaknya peralatan medis yang rusak akibat pengabaian manajemen rumah sakit.

“Langsung saya minta kepada Menteri Kesehatan agar pelayanan rumah sakit di Papua diperbaiki. Saya yakin semua hambatan yang merusak pelayanan akan segera ditangani,” tegas gubernur. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update