![]() |
| Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, pimpin Hari Sumpah Pemuda ke-97. |
Sawahlunto, Rakyatterkini.com — Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan perangkat daerah melaksanakan upacara serta ziarah ke makam Mahaputra Muhammad Yamin di Talawi, Kota Sawahlunto.
Kegiatan ini menjadi momentum reflektif untuk mengenang jasa besar tokoh nasional asal Ranah Minang tersebut dalam memperjuangkan persatuan bangsa.
Wali Kota Riyanda menegaskan pentingnya merevitalisasi nilai dan keteladanan perjuangan Muhammad Yamin di tengah dinamika zaman yang terus berubah. Ia mengingatkan semangat Yamin tidak boleh hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus dihidupkan dalam tindakan nyata oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan generasi muda.
“Keteladanan dan jejak perjuangan Mahaputra Muhammad Yamin harus menjadi sumber inspirasi. ASN dan generasi muda mesti mempelajari, memahami, dan mengadaptasi semangat beliau dalam mengabdi kepada negeri sesuai tugas dan peran masing-masing,” ujar Riyanda.
Menurut Riyanda, meski zaman dan cara perjuangan telah berubah, namun nilai-nilai nasionalisme, idealisme, dan kepahlawanan Yamin tetap relevan dan abadi untuk diterapkan dalam konteks kekinian.
Ia menekankan pentingnya menanamkan kembali etos kerja, semangat persatuan, serta keberanian berpikir dan berinovasi, sebagaimana dicontohkan Yamin hampir seabad lalu.
“Kalau dulu perjuangan dilakukan lewat pena dan gagasan kebangsaan, maka kini perjuangan kita adalah menjaga integritas, bekerja dengan tulus, dan membangun kemajuan dari daerah,” tambahnya.
Upacara dan ziarah ini juga diisi dengan pembacaan doa bersama serta tabur bunga di pusara Mahaputra Muhammad Yamin, tokoh penting kelahiran Talawi, Sawahlunto, yang dikenal sebagai penggagas Sumpah Pemuda 1928, sastrawan, dan perumus dasar negara.
Momentum ini, kata Riyanda, menjadi pengingat historis bahwa Sawahlunto tidak hanya menyimpan kekayaan alam dan budaya, tetapi juga warisan intelektual dan semangat kebangsaan yang telah ikut membentuk identitas Indonesia modern.
“Dari tanah kecil ini lahir pemikir besar bangsa. Sudah sepantasnya kita, terutama para ASN dan pemuda Sawahlunto, melanjutkan perjuangan beliau melalui kerja nyata, kolaborasi, dan inovasi untuk kemajuan bangsa,” tutupnya.
Mahaputra Muhammad Yamin (1903–1962) merupakan tokoh perumus Sumpah Pemuda, penyair Angkatan Pujangga Baru, serta menteri pada masa awal Republik Indonesia. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasa dan pemikirannya yang monumental bagi bangsa Indonesia. (Benny)


