Notification

×

Iklan

Program BMN PT Semen Padang Buka Peluang Kerja ke Jepang

Jumat, 24 Oktober 2025 | 11:14 WIB Last Updated 2025-10-24T04:14:00Z

Peserta pelatihan Bahasa Jepang Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang di Koto Lua

Padang, Rakyatterkini.com – PT Semen Padang kembali mempertegas komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program unggulan Basinergi Mambangun Nagari (BMN). Kali ini, perusahaan semen tertua di Indonesia tersebut berkolaborasi dengan Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, menggelar Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang yang berlangsung selama enam bulan sejak Juni lalu.

Kegiatan yang menggandeng Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center ini diikuti oleh peserta dari Kelurahan Koto Lua, Batu Gadang, dan Limau Manis Selatan. Dengan antusias tinggi, para peserta mempelajari bahasa serta budaya Jepang sebagai bekal untuk membuka peluang kerja di Negeri Sakura.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan dijalankan sesuai standar ISO 26000 tentang Social Responsibility.

“Program ini bukan hanya pelatihan semata, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang untuk membantu menekan angka kemiskinan di wilayah sekitar perusahaan. Peserta yang lulus akan mengikuti ujian resmi, dan apabila berhasil, mereka langsung diberangkatkan untuk bekerja di Jepang,” ungkap Win.

Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. “Dengan bekerja di Jepang, para peserta akan memiliki penghasilan tetap yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kami berharap kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengubah masa depan mereka,” ujarnya penuh optimisme.

Program ini sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing global. Win menegaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara dunia industri dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Lewat inisiatif seperti ini, PT Semen Padang ingin berkontribusi terhadap pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing. Keberhasilan anak nagari menembus pasar kerja internasional adalah wujud nyata semangat itu,” tambahnya.

Sementara itu, Staf TJSL Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, menuturkan bahwa peserta pelatihan merupakan generasi muda dari keluarga kurang mampu, namun memiliki tekad kuat untuk memperbaiki kehidupan melalui peluang kerja di luar negeri.

“Bersama Forum Pemberdayaan Masyarakat Koto Lua dan LPK Kamisato Gakuin Center, kami memberikan pelatihan intensif bahasa dan budaya Jepang. Penguasaan bahasa serta pemahaman budaya merupakan kunci utama untuk bisa sukses bekerja di sana,” ujarnya.

Nurwan menambahkan, program ini menjadi proyek percontohan (pilot project) yang akan dievaluasi dan dikembangkan ke forum nagari lain di sekitar wilayah operasi perusahaan. “Jika program ini berhasil memberangkatkan peserta ke Jepang, kami akan mendorong forum-forum lain untuk mengadopsi model pemberdayaan serupa. Hal ini sejalan dengan semangat Basinergi Mambangun Nagari yang menitikberatkan pada penguatan komunitas lokal,” jelasnya.

Ketua FPM Kelurahan Koto Lua, Nofial, menyampaikan bahwa seluruh biaya pelatihan ditanggung penuh oleh PT Semen Padang melalui program BMN. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan perusahaan yang selalu hadir membantu masyarakat melalui kegiatan yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, biaya pelatihan sebesar Rp6,5 juta per peserta bersifat bergulir. “Dana tersebut akan dikembalikan setelah peserta bekerja di Jepang dan digunakan kembali untuk membiayai peserta berikutnya. Ini menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, Nofial menyebutkan bahwa biaya keberangkatan ke Jepang yang mencapai sekitar Rp30 juta per orang difasilitasi oleh investor yang bekerja sama dengan FPM Koto Lua. “Peserta dari keluarga kurang mampu tidak perlu khawatir. Investor sudah menanggung biaya keberangkatan, dan dengan gaji di Jepang yang relatif tinggi, mereka dapat mengembalikannya dalam waktu sekitar empat bulan,” jelasnya.

Instruktur LPK Kamisato Gakuin Center, Yukeisya, mengungkapkan pelatihan berlangsung setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB, mencakup materi bahasa kerja, etika, komunikasi profesional, hingga budaya disiplin khas Jepang.

“Selama lima bulan terakhir, para peserta menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Kami juga membantu mereka memperoleh sertifikat N4, salah satu syarat penting untuk bekerja di Jepang,” terangnya.

Salah satu peserta, Wardah Putri Maghfirah, warga Limau Manis Selatan, mengaku sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini. “Kesempatan ini sangat berharga. Peluang kerja di Jepang besar dan gajinya cukup tinggi. Ini bisa menjadi modal untuk membangun usaha setelah kembali ke Indonesia,” ucapnya penuh semangat.

Program pelatihan bahasa dan budaya Jepang ini menjadi bukti nyata bahwa PT Semen Padang tidak hanya berfokus pada produksi semen, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan sosial masyarakat. Melalui program TJSL dan BMN, perusahaan terus berupaya memperkuat kapasitas masyarakat agar mandiri, produktif, dan siap bersaing di kancah global.

Bagi Wardah dan peserta lainnya, pelatihan ini bukan sekadar belajar bahasa asing, melainkan langkah awal membuka babak baru kehidupan—menjadi generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan mampu membawa manfaat bagi keluarga serta nagarinya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update