Notification

×

Iklan

20 Penumpang Luka-luka Akibat Bus Terguling di Batang

Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:07 WIB Last Updated 2025-10-28T09:07:00Z

Bus PO Haryanto terguling di tol Batang

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah bus AKAP PO Haryanto dengan nomor polisi B 7394 VGA terguling di ruas Tol Semarang-Batang, KM 354 jalur B, tepatnya di Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (26/10) malam pukul 22.15 WIB. Sebelum terguling, bus dilaporkan oleng beberapa kali dan menabrak pembatas jalan.

Berdasarkan keterangan awal dari Korlantas Polri, bus yang dikemudikan Ali Yudianto (36), warga Pati, sempat mengalami selip dan oleng sebelum menabrak guardrail dan terguling di jalur satu. Polisi menegaskan tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden ini.

Salah seorang penumpang asal Demak, Kasim (32), yang dalam perjalanan ke Tangerang, menceritakan bahwa ia sedang tertidur saat bus mulai oleng dua hingga tiga kali sebelum menabrak dan terseret. “Pas oleng, saya langsung pegangan jok untuk menyelamatkan diri. Penumpang lain banyak yang jatuh dan saling bertumpuk,” ujarnya, Senin (27/10).

Akibat kecelakaan ini, tiga orang meninggal dunia dan 20 lainnya mengalami luka-luka. Kondisi jalan yang licin akibat hujan deras diduga turut menjadi faktor penyebab.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra, menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tunggal tersebut. “Kita akan dalami teknis kendaraan, terutama kondisi ban. Indikasi awal menunjukkan kembangan ban kurang dari tiga milimeter. Ini akan kami pastikan apakah masih layak pakai atau tidak,” jelas Pratama.

Polisi juga akan menelusuri kemungkinan kelalaian pengemudi dan kecepatan bus saat oleng. “Kami akan memeriksa sopir terkait kecepatan dan posisi persneling. Jika di tol, pasti lebih dari 40 km/jam. Penyebabnya bisa human error, mengantuk, atau genangan air,” tambahnya.

Penyelidikan mendalam akan melibatkan simulasi kinematika dan pemeriksaan ahli ban untuk memastikan faktor utama kecelakaan. “Hasil akhir akan diketahui setelah seluruh pemeriksaan teknis dan penyelidikan selesai,” ujar Pratama.

Ban Aus dan Jalan Licin, Kombinasi Berbahaya

Pemeriksaan awal menunjukkan kemungkinan ban bus sudah mulai aus. Ban yang aus bisa diperiksa melalui logo segitiga di sisi ban (TWI). Saat tanda TWI sejajar dengan permukaan telapak, ban sudah kehilangan ketebalan kembangannya dan perlu diganti.

Kondisi ban aus dan jalan licin meningkatkan risiko aquaplaning, yaitu hilangnya traksi ban saat melaju di genangan air dengan kecepatan tinggi. Sony Susmana, Senior Instructor SDCI, menyarankan pengemudi bus untuk berkendara defensif saat hujan: kurangi kecepatan, hindari manuver agresif, dan minimalkan koreksi setir.

Zulpata Zainal, PG-On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk., menekankan pentingnya kondisi ban. “Pola kembangan ban berfungsi mengalirkan air saat melintas genangan. Ban botak meningkatkan risiko selip. Meski ban sudah diuji untuk jalan basah, pengemudi tetap harus memastikan tekanan angin dan kondisi ban,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update