Notification

×

Iklan

Kasus Whoosh Masuk Tahap Penyelidikan KPK

Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:44 WIB Last Updated 2025-10-28T10:44:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah memulai penyelidikan atas dugaan korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan, “Saat ini perkara tersebut sudah masuk tahap penyelidikan,” kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Asep tidak merinci sejak kapan penyelidikan dimulai maupun pihak-pihak yang tengah diperiksa. Ia hanya menegaskan bahwa kasus ini kini berada pada tahap awal penegakan hukum di KPK.

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menyinggung dugaan korupsi dalam proyek kereta cepat tersebut. Dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official yang diunggah 14 Oktober 2025, Mahfud menyebut adanya indikasi mark up biaya pembangunan per kilometer proyek Whoosh.

“Perhitungan pihak Indonesia menunjukkan biaya per kilometer kereta Whoosh mencapai 52 juta dolar AS, padahal di China hanya sekitar 17–18 juta dolar AS. Artinya naik tiga kali lipat,” jelas Mahfud dalam video itu.

Mahfud mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas kenaikan biaya tersebut dan menilai penyelidikan diperlukan untuk memastikan transparansi proyek.

Pada 16 Oktober 2025, KPK sempat meminta Mahfud membuat laporan resmi terkait dugaan tersebut. Namun, dua hari kemudian Mahfud melalui akun X pribadinya, @mohmahfudmd, menyatakan aparat penegak hukum seharusnya segera menindaklanjuti informasi dugaan pidana tanpa menunggu laporan formal.

Menindaklanjuti hal itu, KPK menegaskan pada 21 Oktober 2025 bahwa lembaga tidak akan menunggu laporan Mahfud untuk memulai penyelidikan. Terakhir, pada 26 Oktober 2025, Mahfud menyatakan kesiapannya jika dipanggil KPK untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi proyek Whoosh.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update