Notification

×

Iklan

Indonesia Dorong Transparansi dan Pengawasan Pemilu Myanmar

Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:44 WIB Last Updated 2025-10-28T07:44:00Z

Presiden Prabowo Subianto

Jakarta, Rakyatterkini.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong langkah konkret ASEAN dalam menangani krisis regional, termasuk situasi yang masih memprihatinkan di Myanmar.

Dalam pidatonya pada sesi retret Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Senin (27/10/2025), Prabowo menekankan pentingnya perhatian serius terhadap perkembangan di Myanmar, terutama menjelang pemilu yang dijadwalkan pada Desember 2025.

“Krisis di sekitar kita terus menguji tekad kawasan dan persahabatan kita. Situasi di Myanmar tetap menjadi keprihatinan serius. Kami terus memantau perkembangan terbaru, termasuk persiapan pemilu Desember mendatang,” ujarnya.

Presiden menekankan agar ASEAN memastikan prinsip demokrasi dan transparansi dijunjung tinggi dalam proses politik di Myanmar. Ia juga menyarankan kemungkinan pengiriman tim pengamat oleh ASEAN untuk memastikan akuntabilitas dan keterbukaan dalam pelaksanaan pemilu.

“Utusan Khusus Ketua ASEAN dapat melibatkan semua pemangku kepentingan, dan pada saat yang tepat, ASEAN bisa mempertimbangkan pengiriman tim pengamat guna menjamin transparansi serta akuntabilitas proses demokrasi,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyoroti implementasi Konsensus Lima Poin yang hingga kini masih terbatas, meski telah disepakati hampir lima tahun lalu. Menjelang pemilu di Myanmar, ia menekankan bahwa konsensus tersebut tetap harus menjadi pedoman utama bagi upaya perdamaian dan stabilitas di negara itu.

“Kita harus terus mendorong gencatan senjata untuk menciptakan ruang bagi dialog yang bermakna. Indonesia siap mendukung Ketua ASEAN dalam melibatkan semua pihak agar proses ini benar-benar inklusif,” tegasnya.

Selain isu Myanmar, Presiden Prabowo juga mengungkapkan keprihatinan terkait meningkatnya ketegangan antara Thailand dan Kamboja. Ia menekankan bahwa perbedaan yang tak segera diredakan berisiko mengganggu perdamaian regional.

“Saya mengapresiasi kepemimpinan Perdana Menteri Anwar dalam memfasilitasi dialog dan gencatan senjata. Kami mendorong kedua belah pihak untuk menyelesaikan perbedaan mereka dengan semangat ASEAN sebagai satu keluarga,” ujar Prabowo.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update