Notification

×

Iklan

Bocah 6 Tahun di Bogor Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Jumat, 24 Oktober 2025 | 14:07 WIB Last Updated 2025-10-24T07:07:00Z

Pemakaman bocah 6 tahun dianiaya ibu tiri di Bojonggede Bogor 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Nasib tragis menimpa seorang bocah berusia enam tahun di Rawa Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Anak malang tersebut meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh ibu tirinya berinisial RN (30). Luka-luka tak wajar di tubuh korban menjadi petunjuk awal adanya tindak kekerasan yang dialaminya.

Menurut hasil penyelidikan, kekerasan itu terjadi sejak Jumat, 17 Oktober 2025, ketika pelaku memukul korban menggunakan sapu. Akibat penganiayaan berulang, korban mengalami luka serius di sekujur tubuh dan akhirnya meninggal dunia pada hari keempat.

Saksi Ungkap Luka Mencurigakan di Tubuh Korban

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah beberapa saksi melihat kondisi tubuh korban yang dipenuhi luka sebelum ia meninggal. Luka paling mencolok tampak di bagian bibir dan punggung.

“Beberapa saksi menyebutkan korban memang terlihat memiliki sejumlah luka, terutama di bibir dan punggung yang tampak lebam,” ujar Made di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Kamis (23/10/2025).

Kecurigaan semakin menguat ketika salah satu saksi yang memandikan jenazah korban melihat tanda-tanda ketidakwajaran di tubuhnya. Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian bocah itu.

Korban Tewas karena Luka di Kepala

Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa korban meninggal akibat pendarahan di bagian kepala.

“Dari hasil pemeriksaan tim dokter, ditemukan adanya pendarahan yang menyebabkan pembengkakan di otak. Hal ini menjadi penyebab utama kematian korban,” jelas Made.

Selain luka di kepala, polisi juga menemukan banyak bekas kekerasan di tubuh korban, termasuk di punggung dan bibir. Luka di kepala diyakini disebabkan oleh benturan benda tumpul.

“Luka di kepala inilah yang menjadi penyebab utama meninggalnya korban. Kami yakin luka itu akibat kekerasan dengan benda tumpul,” tambahnya.

Motif Pelaku karena Emosi

Dalam pemeriksaan, RN mengaku menganiaya korban karena kesal terhadap sikap anak tirinya yang dianggap bandel. Pelaku mengaku emosinya memuncak ketika korban menolak makan.

“Pelaku mengaku kesal karena korban sulit diatur dan tidak mau makan. Dari situlah pelaku kehilangan kendali dan melakukan kekerasan,” kata Made.

Polisi juga mengungkap bahwa penganiayaan bukan baru terjadi kali ini. Korban diketahui sering mendapat perlakuan kasar sejak awal Oktober.

Usai menganiaya korban, RN sempat membohongi suaminya dengan alasan bahwa anak tirinya terjatuh. Namun saat keduanya pulang ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB, korban sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kini, RN telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara polisi terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan motif dan kronologi lengkap dari peristiwa tragis ini.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update