Notification

×

Iklan

Banjir Rendam Semarang, 38 Ribu Warga Terdampak

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 10:11 WIB Last Updated 2025-10-25T03:11:00Z

Banjir Semarang 2025 merendam kawasan Genuk hingga Pedurungan

Jakarta, Rakyatterkini.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 38.180 warga terdampak banjir yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, hingga Jumat (24/10/2025). Banjir ini muncul akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur kota sejak pertengahan pekan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam, menyebutkan, "Di wilayah Genuk dan Pedurungan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, menghambat aktivitas warga sehari-hari."

Menurut Aam, banjir di Semarang terjadi karena sistem drainase kota tidak mampu menampung volume air hujan yang besar, diperparah oleh meluapnya Sungai Tenggang yang melintasi kawasan padat penduduk. "Akibatnya, genangan muncul di sejumlah titik strategis, seperti Bangetayu Kulon dengan ketinggian 20–50 sentimeter, serta Banjardowo, Gebangsari, dan Genuksari dengan rata-rata 15–60 sentimeter," jelasnya.

Kondisi lalu lintas juga terdampak parah, terutama di Jalan Nasional Kaligawe, di mana ketinggian air mencapai setengah meter. Banyak truk besar terjebak hingga lebih dari 24 jam. Situasi paling kritis terjadi di depan RSI Sultan Agung Semarang, di mana air mencapai 80 sentimeter sehingga petugas harus mengevakuasi pasien ke lokasi lebih aman.

Data dari BPBD Kota Semarang menunjukkan, sebanyak 4.265 jiwa dari 1.697 kepala keluarga di Kecamatan Genuk dan 33.915 jiwa dari 11.260 kepala keluarga di Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, terdampak langsung banjir. Meski demikian, hingga Jumat pukul 18.00 WIB, belum ada laporan warga yang harus mengungsi.

Upaya penanganan terus dilakukan BNPB dan BPBD, meski sejumlah pompa banjir mengalami kerusakan. Aam menambahkan, "Pompa-pompa ini menjadi garda terdepan dalam menahan limpasan air. Di Rumah Pompa Tenggang, dari enam unit pompa yang disiapkan, hanya dua yang beroperasi karena empat unit lainnya sedang ditingkatkan dari sistem diesel ke listrik."

Dukungan tambahan datang dari dua pompa apung berkapasitas 2.000 liter per detik dan dua pompa mobile 500 liter per detik, yang membantu mempercepat aliran air. Di Rumah Pompa Sringin, hanya dua pompa utama dan dua pompa mobile yang aktif, sementara tiga unit lainnya masih dalam perbaikan.

BPBD Provinsi Jawa Tengah juga menurunkan pompa tambahan berkapasitas 250 liter per detik, didukung tujuh unit pompa dari Pusdataru Jawa Tengah untuk memperkuat operasi lapangan.

"Meski berbagai pompa telah dikerahkan, perjuangan masih panjang. Langit masih tertutup awan kelabu, menandakan potensi hujan masih ada," ujar Aam. Prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memperingatkan bahwa hujan masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan, sehingga genangan air bisa kembali meningkat jika penanganan tidak dilakukan secara menyeluruh.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update