Notification

×

Iklan

UGM Kembangkan Sistem Mitigasi Bencana Berbasis AI

Rabu, 06 Agustus 2025 | 18:31 WIB Last Updated 2025-08-06T11:31:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Microsoft bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi meluncurkan program pelatihan nasional bertajuk elevAIte Indonesia, yang telah memberikan pelatihan kepada 1,2 juta masyarakat Indonesia dalam memahami dan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, guru, aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, hingga masyarakat umum, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang non-teknis. Sejak diluncurkan delapan bulan lalu, inisiatif ini berhasil melampaui target awal yang ditetapkan, yaitu satu juta peserta.

“elevAIte Indonesia bukan sekadar pencapaian angka, tetapi mencerminkan komitmen terhadap inklusi digital — memastikan setiap individu bisa merasakan manfaat teknologi, di mana pun mereka berada,” ujar Arief Suseno, AI National Skills Director Microsoft, di Jakarta, Selasa.

Dari 1,2 juta peserta yang ikut serta, sebanyak 695 ribu di antaranya telah menuntaskan pelatihan, dan sekitar 403 ribu berhasil memperoleh sertifikasi resmi. Para peserta berasal dari berbagai sektor, dengan rincian sebagai berikut: pendidikan (762.209 orang), komunitas (252.598), pemerintahan (115.078), industri (53.344), serta individu mandiri (168.013).

Demi menjangkau lebih banyak kalangan dan mendorong partisipasi yang inklusif, program ini bekerja sama dengan 22 mitra dari berbagai sektor, mulai dari organisasi masyarakat sipil, institusi pendidikan, pemerintah daerah, hingga pelaku industri. Metode pelatihan yang diterapkan pun bervariasi, mencakup modul daring berbahasa Indonesia, pertemuan tatap muka, kompetisi hackathon, serta pembelajaran interaktif seperti promptathon dan penggunaan Minecraft Education.

Cerita inspiratif datang dari Ahmad Zikrillah, seorang guru IPA berusia 50 tahun yang kini memanfaatkan AI untuk proses belajar mengajar melalui proyek “Kertas Digital” — sebuah file HTML ringan yang berisi materi dan video pembelajaran, dapat diakses secara offline lewat ponsel siswa.

Contoh lainnya adalah Diana Putri, seorang ibu rumah tangga dari Sintang, Kalimantan Barat. Ia menggunakan teknologi AI untuk mendukung kegiatan pengasuhan anak sekaligus menggali ide bisnis rumahan melalui bantuan fitur Copilot dari Microsoft.

Tak hanya berdampak pada level individu, pemanfaatan AI juga diterapkan untuk mendukung keberlanjutan dan penanggulangan bencana. Tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), misalnya, mengembangkan proyek G-Connect — sebuah sistem mitigasi bencana berbasis AI yang dibangun bersama komunitas lokal.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update