Notification

×

Iklan

TPA Solok Nyaris Penuh, Warga Diminta Pilah Sampah

Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:33 WIB Last Updated 2025-08-26T03:36:09Z

Pengerukan sampah.

Solok, Rakyatterkini.com – Permasalahan sampah di Kota Solok hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solok, Edrizal, menegaskan bahwa persoalan ini tidak akan terselesaikan tanpa partisipasi aktif warga.

DLH mengimbau masyarakat untuk membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Menurut Edrizal, sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos atau cukup dikubur di halaman dengan membuat lubang kecil. Cara sederhana ini tidak menimbulkan bau dan bahkan dapat menjadi pupuk alami bagi tanaman.

“Kalau pemilahan dilakukan secara konsisten, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa berkurang drastis. Bahkan, jika setengah dari sampah bisa diolah, setidaknya 25 ton per hari dapat ditekan,” jelasnya.

Namun, Edrizal mengakui, tantangan terbesar terletak pada rendahnya kesadaran masyarakat. Masalah keterlambatan pengangkutan sampah juga kerap menimbulkan keluhan, ditambah masih adanya kebiasaan warga yang membuang sampah sembarangan di jalan.

Di sisi lain, kapasitas TPA Kota Solok yang dibangun pada 2013 kini sudah hampir habis. Secara teknis, TPA diperkirakan penuh sejak 2024, meski secara operasional masih bisa digunakan karena masih ada sedikit ruang tersisa.

“Tahun lalu, hasil evaluasi Balai Teknologi Sanitasi di Surabaya menempatkan TPA Kota Solok pada kategori bahaya sedang. Meski masih bisa dipakai dengan sistem urut terkendali, usia teknisnya jelas tidak akan panjang,” kata pejabat DLH.

Karena itu, DLH menegaskan bahwa kunci penyelesaian masalah sampah terletak pada kesadaran masyarakat. “Jika warga mulai memilah sampah dari rumah, persoalan ini bisa ditekan. Tanpa peran masyarakat, masalah sampah di Solok tidak akan pernah selesai,” tutupnya. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update