Agam, Rakyatterkini.com – Bupati Agam, Benni Warlis, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara tasyakuran dan pengukuhan jamaah haji Kabupaten Agam tahun 2025 sebagai anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Acara berlangsung khidmat di Masjid Al-Mabrur, Pusat Dakwah IPHI, Nagari Pakan Sinayan, pada Rabu (6/8).
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua dan jajaran pengurus IPHI Agam, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Agam, Kepala Kantor Kemenag Agam, Camat Banuhampu, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimca lainnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, H. Thomas Febria, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah haji merupakan proses panjang yang penuh tantangan, namun seluruh rangkaiannya dapat dijalani dengan baik dan lancar.
“Masa operasional haji nasional tahun 1446 H/2025 M telah resmi berakhir pada 10 Juli 2025, ditandai dengan kepulangan kloter 07 dan 15 ke tanah air,” jelasnya.
Dari 526 jemaah haji asal Kabupaten Agam yang diberangkatkan, sebanyak 524 orang telah kembali ke tanah air dengan selamat. Dua orang jemaah meninggal dunia di Arab Saudi, yaitu Hj. Sulastri Abdul Malin Amin (69 tahun) dari Kecamatan Kamang Magek dan H. Zubir Kahar Abdul Rauf (84 tahun) dari Kecamatan Malalak.
Thomas mengucapkan terima kasih kepada Bupati Agam atas dukungan penuh yang diberikan, mulai dari tahap persiapan hingga pemulangan jemaah. Ia juga menginformasikan bahwa tahun 2025 merupakan tahun terakhir penyelenggaraan haji ditangani oleh Kementerian Agama, karena selanjutnya akan dialihkan kepada Badan Penyelenggara Haji (BPH).
“Setelah lebih dari 75 tahun Kementerian Agama menangani penyelenggaraan haji, ke depan tugas ini akan diteruskan oleh BPH. Harapan kami, layanan haji akan semakin baik dan profesional,” tuturnya. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses pelayanan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Benni Warlis menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para jemaah haji ke tanah air dalam keadaan sehat, serta menyampaikan duka mendalam atas wafatnya dua orang jemaah asal Agam di Tanah Suci.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Agam, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum dan almarhumah diterima amal ibadahnya, diampuni dosanya, dan ditempatkan di sisi Allah SWT dalam sebaik-baik tempat,” ucapnya dengan penuh haru.
Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang luar biasa, dan kemabruran haji sepatutnya tercermin dalam perilaku sehari-hari.
“Semoga seluruh ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT, dan Bapak/Ibu semua menjadi haji yang mabrur, yang tercermin dalam sikap tawadhu, kepedulian terhadap sesama, serta peningkatan kualitas ibadah,” ujar Benni.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran IPHI sebagai wadah pembinaan spiritual pasca-haji yang mampu mendorong anggotanya menjadi agen perubahan sosial dan keagamaan di nagari masing-masing.
Bupati juga mengajak seluruh anggota IPHI untuk mendukung dua program unggulan daerah, yakni *Bangkik dari Surau* dan *Nagari Creative Hub Berbasis Masjid*.
“IPHI memiliki kekuatan moral dan sosial untuk menjadi motor penggerak kedua program ini. Mari kita manfaatkan masjid dan surau sebagai pusat kebangkitan nilai-nilai karakter dan inovasi umat,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Bupati Benni berharap para anggota IPHI yang baru dikukuhkan menjadikan keanggotaan ini sebagai awal untuk berkontribusi lebih besar dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Jadikan IPHI bukan sekadar wadah alumni haji, tetapi sebagai kekuatan sosial umat dan pendorong utama pembinaan karakter bangsa,” pungkasnya.
Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi terwujudnya Agam Madani yang maju, adil, dan sejahtera.(da*)


