Notification

×

Iklan

SPH Gelar Coaching TB Tingkatkan Layanan Pasien

Rabu, 27 Agustus 2025 | 11:33 WIB Last Updated 2025-08-27T04:33:00Z

Semen Padang Hospital (SPH) menggelar Coaching Tuberkulosis

Padang, Rakyatterkini.com – Semen Padang Hospital (SPH) menggelar kegiatan Coaching Tuberkulosis sebagai upaya meningkatkan kualitas tata laksana serta pelayanan pasien TB di rumah sakit. 

Program ini merupakan pendampingan teknis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2025 dengan total empat kali pertemuan.

Kegiatan coaching meliputi pemaparan materi, diskusi kasus, tinjauan standar operasional prosedur (SOP), hingga simulasi alur pelayanan pasien TB. Manager Layanan Poliklinik & MCU SPH, dr. Suciliani Deyosky, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh dokter, perawat, analis laboratorium, serta petugas farmasi dari SPH dengan pendampingan tim DKK Padang.

“Pemateri ditunjuk langsung oleh Dinas Kesehatan, terdiri dari dokter spesialis anak, perawat terlatih TB, analis laboratorium, hingga tenaga farmasi berpengalaman dalam program TB,” jelasnya.

Menurut dr. Suciliani, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam hal diagnosis, tata laksana, dan pemantauan pasien TB. Selain itu, implementasi pelayanan juga diarahkan sesuai standar nasional, termasuk optimalisasi pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi SITB serta penguatan koordinasi lintas profesi.

Lebih lanjut ia menyampaikan, penanganan pasien TB di SPH dilakukan berdasarkan pedoman nasional, mulai dari skrining gejala, pemeriksaan laboratorium menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM), pemeriksaan rontgen bila diperlukan, hingga pemberian terapi OAT. 

“SPH juga rutin melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga serta melaporkan setiap kasus ke DKK melalui aplikasi SITB,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat jejaring rujukan dan koordinasi dengan DKK, memastikan seluruh tenaga kesehatan memahami prosedur penanganan TB terkini, meningkatkan angka penemuan kasus, serta menekan jumlah pasien yang putus obat.

Salah seorang peserta, Tiwi, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan informasi terbaru sekaligus memperjelas alur pelayanan TB di rumah sakit. 

“Kami mendapat pembaruan mengenai teknik diagnosis TB pada anak maupun dewasa sesuai standar terbaru, penggunaan aplikasi SITB, serta peningkatan keterampilan komunikasi untuk mendukung kepatuhan pasien dalam minum obat,” tuturnya.

Ia pun berharap, layanan TB di SPH dapat semakin cepat, terkoordinasi, dan sesuai pedoman sehingga mampu mengurangi angka penularan TB di masyarakat. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update