Notification

×

Iklan

Senja Teluk Bayur Jadi Inspirasi Ragadupa di Showcase Musik

Kamis, 21 Agustus 2025 | 02:15 WIB Last Updated 2025-08-20T19:15:00Z

Ragadupa saat tampil di iven A-Mild beberapa waktu lalu. 

Padang, Rakyatterkini.com— Musisi muda asal Kota Padang, Ragadupa, akan menggelar sebuah Showcase Musik bertajuk “Di Pinggir Hindia” pada 29 Agustus 2025 mendatang. Pertunjukan ini bakal berlangsung di Gedung Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat lantai V, dengan suasana senja yang menyatu dengan elemen sejarah, seni, dan pertunjukan lintas disiplin.

Karya Di Pinggir Hindia lahir dari keresahan Ragadupa atas minimnya lagu terbaru dari musisi Sumatera Barat yang berbahasa Indonesia dan mengangkat romantisme Kota Padang. Hal ini berbeda dengan kota lain yang telah memiliki identitas musikal, seperti Yogyakarta lewat lagu Sesuatu di Jogja karya Adhitia Sofyan atau Bandung melalui Dan Bandung milik Pidi Baiq.

Sebagai musisi yang tumbuh di Padang, Ragadupa ingin menghadirkan nuansa serupa. Inspirasi juga datang dari lagu legendaris Teluk Bayur ciptaan Ernie Johan yang kerap dinyanyikan ibunda tercinta semasa muda. Baginya, Di Pinggir Hindia bukan hanya sebuah karya musik, tetapi juga upaya menghidupkan kembali kisah Teluk Bayur sebagai identitas budaya dan menjadikannya relevan bagi generasi muda, khususnya Generasi Z.

Dalam pertunjukan ini, penonton akan disuguhkan karya musik yang ditulis Ragadupa bersama penulis novel asal Sumbar, Boy Candra. Lagu tersebut dikemas dengan aransemen perpaduan instrumen modern dan tradisi oleh Tim Ragadupa (Gelvi, Hendrik, Tio, Tahmid, Ocoy, dan Aca). Pertunjukan juga diperkaya dengan visual teater dari Komunitas Payung Sumatera dan paduan harmoni vokal dari Andalaswara Choir, menghadirkan pengalaman multisensori yang emosional dan membekas.

“Harapan saya, karya ini bisa menjadi ruang kolektif untuk mengingat, merayakan, dan mencintai Padang. Saya ingin Teluk Bayur dilihat bukan hanya sebagai pelabuhan, tetapi juga simbol romansa, sejarah, dan kebanggaan warga kota ini,” ungkap Ragadupa.

Dengan latar senja serta Gunung Padang sebagai panggung alami, showcase ini diharapkan dapat memperkuat ikatan lintas generasi terhadap sejarah lokal. Acara yang didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian dan Kebudayaan Wilayah III Sumbar ini terbuka untuk umum, namun jumlah penonton akan dibatasi guna menjaga suasana tetap intim. Informasi mengenai akses dan lokasi akan diumumkan melalui kanal resmi media sosial Ragadupa.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update